Dukung Regulasi Kemenag, Attaqwa Putra Bekasi Luncurkan Pesantren Ramah Anak

Dukung Regulasi Kemenag, Attaqwa Putra Bekasi Luncurkan Pesantren Ramah Anak

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 2 Agustus 2025 - 17:53
share

Pondok Pesantren Attaqwa Putra Bekasi menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung gerakan pendidikan yang ramah terhadap anak melalui penyelenggaraan Workshop Pesantren Ramah Anak bertajuk “Pesantren Rahmatan lil ‘Alamin.”

Kegiatan ini merupakan respon cepat atas peluncuran Kurikulum Berbasis Cinta oleh Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Workshop yang dihelat jelang milad ke 69 Attaqwa ini menghadirkan KH. Tb. Masnun Nafis, fasilitator resmi Pesantren Ramah Anak Kemenag RI, sebagai narasumber utama.

Baca juga: Isak Tangis Istri Iringi Kepergian Suryadharma Ali ke Peristirahatan Terakhir

Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya reformasi dalam pola asuh pesantren. “Sudah saatnya pesantren mengubah tradisi-tradisi yang kurang baik menjadi pola asuh yang lebih ramah terhadap santri. Pesantren harus menjadi ruang yang aman dan nyaman, tempat tumbuhnya generasi berakhlak tanpa tekanan dan kekerasan,” tegasnya.

Acara ini dimoderatori oleh Ust. Nurhasan Jurjani, M.Pd., selaku Ketua Satgas Ramah Anak Attaqwa Putra, dan dihadiri oleh para masyayikh, pimpinan, dewan guru, serta tenaga kependidikan Pondok Pesantren Attaqwa Putra. Juga turut hadir perwakilan dari Komisi Ramah Anak Forum Persaudaraan & Kemitraan Pesantren (PK-TREN) Indonesia.

Baca juga: Dinas Koperasi dan UKM Jatim Genjot Pertumbuhan Produk Halal di Pesantren

Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Attaqwa Putra, KH. Husnul Amal, D.E.S.A., menegaskan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berkutat pada transfer ilmu, melainkan juga pembentukan karakter.

“Pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama, tapi juga tempat menempa jiwa, membentuk karakter, dan menyuburkan akhlak. Maka, pola asuh kita di pondok ini harus mencerminkan kasih sayang, kelembutan, dan keteladanan sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah,” ungkapnya penuh semangat.Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kesiapan lembaga pesantren dalam menjawab tantangan dunia pendidikan masa kini, khususnya terkait dengan isu ramah anak yang kini telah menjadi perhatian publik dan mendapat legitimasi melalui regulasi seperti KMA dan SK Dirjen Pendis.

Dengan adanya workshop ini, Pondok Pesantren Attaqwa Putra berharap mampu menjadi pelopor dalam pengembangan pesantren yang humanis, edukatif, dan penuh cinta, sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta yang kini mulai diimplementasikan di berbagai madrasah dan pesantren di Indonesia.

Sebagai penutup para peserta worskhop bersama-sama mengucapkan Deklarasi Pesantren Ramah Anak sebagai wujud komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi pendidikan karakter dan tumbuh kembang santri di Pondok Pesantren Attaqwa Putra.

Topik Menarik