Awal Mula Inara Rusli Jadi Brand Ambassador Rumah Sakit Ibu dan Anak di Gaza
Selebgram Inara Rusli membagikan pengalamannya menjadi Brand Ambassador (BA) Rumah Sakit Ibu dan Anak di Gaza, Palestina. Inara juga merasa kegiatan itu ajang mewujudkan misi kemanusiaan di tengah gempuran tentara Israel.
Ibu tiga anak itu menjelaskan awal mula dirinya ditawari menjadi BA rumah sakit tersebut. Dia mengaku diajak oleh Ketua Maemunah Center, Onny Firyanti Hamidi, karena dinilai memiliki visi dan misi yang sama dalam membela perempuan dan anak Palestina.
Baca juga:
Terlebih, Inara juga memiliki bisnis di mana seluruh penghasilannya disumbangkan untuk masyarakat Gaza.
"Beliau tuh appreciate banget karena aku punya produk khusus desain untuk Palestine dan penjualannya ini memang aku benar-benar 100 keuntungan untuk saudara-saudara di Palestina," kata Inara Rusli di Tendean, Jakarta Selatan."Masyaallah, aku diajak untuk bisa berkolaborasi, men-support salah satu campaign-nya dari Maemunah Center, yaitu pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Indonesia," tambahnya.
Baca juga: DJ Bravy Ungkap Momen Tegang Jelang Erika Carlina Melahirkan Anak Pertama
Adapun alasan Inara mau menerima tawaran itu lantaran dirinya merasa miris melihat korban kekejaman Israel, utamanya kepada perempuan dan anak.
"Karena memang korban perang terbanyak, sebanyak 70 di Gaza itu perempuan dan anak-anak, maka ini menjadi concern utama kita sih untuk bisa membangun, Insya Allah Rumah Sakit Ibu dan Anak di Gaza," lanjut Inara.
Baca juga: Luna Maya Pakai Gelang Bvlgari Rp1,5 M di Resepsi, Netizen: Makin Kelihatan Mahal!
Inara pun mendukung kemerdekaan Palestina yang masih berjuang mempertahankan tanah air mereka. Dia menilai apa yang dialami masyarakat Gaza merupakan bukti dari kejahatan Israel.
"Aku benar-benar full support dan memang dari awal aku sudah memasang bendera bahwa diri aku berpihak di Palestina karena dari awal Palestina adalah negara yang memang merdeka, berdiri, dan apa yang mereka alami saat ini itu bukan konflik, tapi memang penjajahan karena salah satu pihak tidak memiliki kekuatan untuk bisa mengimbangi lawannya," pungkasnya.










