Darunnajah Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-5 Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia
Pesantren dan Universitas Darunnajah menjadi tuan rumah Muktamar ke-V Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia dengan tema "Revitalisasi Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa" yang berlangsung 1 - 3 Agustus 2025.
Acara ini dihadiri lebih dari 3.000 peserta, termasuk anggota BEM Pesantren, mahasiswa, dan delegasi pesantren seluruh Indonesia.
Acara dibuka pada 1 Agustus 2025 dihadiri Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, dan Komisaris Independen Bank BRI, Lukmanul Khakim.
Baca juga: Samakan Pola Pikir Capai Tujuan Pesantren, Darunnajah Gelar Khutbatul Arsy bagi Guru
"Kami menyambut dengan baik penyelenggaraan Muktamar ke-V Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia di Universitas Darunnajah ini. Semoga dengan agenda ini menjadi momentum baik untuk revitalisasi peran santri dalam pembangunan bangsa," kata Rektor Universitas Darunnajah, Much Hasan Darojat, melalui siaran pers, Sabtu (2/8/2025).Rektor menegaskan bahwa niat dibangunnya Darunnajah adalah untuk khidmah mengabdi kepada masyarakat, salah satunya mendidik kader-kader pemimpin umat.
Menurutnya, kegiatan ini juga menguatkan eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan khas Indonesia yang sudah berdiri dan ikut berjuang dalam memerdekakan bangsa.
Baca juga: Program Magister Manajemen Pendidikan Islam Segera Hadir di Universitas Darunnajah
"Darunnajah bisa menjadi teladan dan contoh pesantren transformatif yang memiliki kemampuan memodernisasi diri, tetapi tetap kuat dengan akar budaya tradisinya, dengan semangat mengejar ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Menteri Koordinator PMK.
Menteri yang akrab disapa Cak Imin ini menekankan pentingnya peran pesantren dalam menghadapi tantangan global. Menurutnya, kondisi dunia yang diwarnai peperangan dan persaingan dagang tidak adil menuntut pesantren menjadi kekuatan yang terus berkembang dan siap bersaing."Di tangan kalian adalah masa depan umat. Di tangan kalian adalah masa depan sebagian besar masyarakat yang menjadi lingkungan kita. Saatnya kita menjadikan posisi BEM Pesantren sebagai tumpuan dan harapan," tegas Gus Muhaimin.
Presedium Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Pesantren se-Indonesia, Muhammmad Naqib Abdullah, mengaku bangga dengan antusiasme tinggi peserta dari seluruh Indonesia. Menurutnya, keberagaman latar belakang peserta memperkaya perspektif dalam merumuskan strategi pembangunan berbasis nilai-nilai pesantren.
"Batas-batas geografis tidak menghalangi semangat para santri untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Kami berharap muktamar ini menjadi titik balik kebangkitan peran strategis santri," tuturnya.
Universitas Darunnajah memiliki kredibilitas tinggi dalam dunia pendidikan nasional. Bermula dari 7 santri pada 1942, kini mengelola 12.108 santri tersebar di 23 cabang seluruh Indonesia dengan lahan wakaf mencapai 1.102 hektar.
Muktamar Ke-V Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia dengan Universitas Darunnajah sebagai tuan rumah diharapkan menjadi momentum kebangkitan peran santri dalam pembangunan bangsa menuju peradaban yang bermartabat.










