Buka Puasa Enak tapi Enggak Bikin Lemes? Ini Tipsnya dari Dokter!
Puasa adalah momen spiritual sekaligus tantangan fisik, terutama dalam menjaga keseimbangan nutrisi tubuh. Selama berpuasa, kadar gula darah cenderung menurun sepanjang hari. Setelah lebih dari 12 jam tidak makan dan minum, godaan untuk langsung menyantap makanan manis dan berlemak saat berbuka memang sulit dihindari.
Makanan tradisional seperti kolak, es buah, es campur, atau gorengan menjadi makanan berbuka puasa favorit untuk sebagian orang-orang. Rasanya yang manis dan menyegarkan seolah menjadi hadiah setelah menahan lapar dan haus.
Namun, tahukah kamu bahwa makanan dan minuman dengan indeks glikemik (GI) tinggi seperti ini bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat? Hal ini dilansir dari YouTube Yava Bali, Dokter Andrew mengungkapkan tingginya kadar gula yang tinggi dan berbahaya untuk tubuh.
“Ketika kamu berpuasa Kadar gula darah akan terus menurun sepanjang hari dan biasanya kamu akan mulai berbuka Puasa dengan makanan dengan kadar GI tinggi seperti kolak, es campur, es buah, permen, atau gorengan, ataupun teh dengan banyak gula reguler,” tuturnya dalam unggahan video YouTube Yava Bali berjudul ‘Tips Mengelola Gula Darah Selama Ramadan: Tetap Berenergi & Sehat!’.
Baca Juga:Manfaat Granola yang Diam-diam Luar Biasa, Kamu Wajib Tahu!Setelah lonjakan karena makanan dengan GI yang tiggi tersebut, tubuh justru dapat mengalami penurunan kadar gula darah secara drastis, yang dikenal sebagai sugar crash. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh terasa lemas, mengantuk, dan bahkan mudah marah setelah berbuka. Hal ini tentu bukan kondisi ideal, apalagi jika kamu masih harus melaksanakan ibadah tarawih atau aktivitas lainnya di malam hari.
“Meskipun makanan dan minuman itu traditional dan lezat namun tetap menyebabkan peningkatan Kadar gula darah lalu turun mendadak menyebabkan crash,” jelasnya.
20 Ucapan Minal Aidin Wal Faidzin untuk Pacar di Idul Fitri 1447 H, Penuh Cinta dan Menyentuh Hati
Eits, tapi tenang saja karena Dokter Andrew membawa solusi agar kamu tetap enjoy mengonsumsi makanan dan minuman yang menjadi favoritmu. Hal yang harus kamu lakukan adalah dengan mengganti makanan tinggi kadar GI dengan low GI seperti mengonsumsi nasi putih dengan beras merah. Untuk minumannya, kamu bisa loh mengganti gula es teh manis kamu dengan gula ramah yakni gula lontar, gula aren, atau gula kelapa.
Mengatur pola makan saat puasa bukan tentang membatasi kenikmatan, melainkan tentang menjadi lebih strategis dalam memilih apa yang kita konsumsi. Dengan pemilihan yang bijak saat sahur dan berbuka, tubuh tetap bertenaga, ibadah lebih lancar, dan kamu tetap bisa menikmati sajian favorit tanpa harus khawatir dengan efek negatifnya. Puasa jadi lebih sehat, hati pun lebih tenang.
Baca Juga:Kanker Usus Bisa Dicegah, Ini Caranya!
Penasaran dengan informasi selanjutnya? Yuk berkunjung ke channel YouTube Yava Bali supaya enggak tertinggal informasi seputar kesehatan tubuh kamu.










