10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2025, Nomor 4 Tetangga Indonesia
Negara dengan biaya hidup termahal di dunia pada 2025 menjadi sorotan utama bagi banyak orang yang sedang mempertimbangkan untuk tinggal atau bekerja di luar negeri. Kenaikan harga kebutuhan pokok, sewa tempat tinggal, dan biaya transportasi membuat sejumlah negara menjadi tempat dengan pengeluaran bulanan yang sangat tinggi, bahkan untuk kebutuhan dasar.
Data terbaru dari Numbeo menunjukkan bahwa biaya hidup di negara-negara tertentu melonjak drastis akibat inflasi, nilai tukar mata uang, serta tingginya standar hidup. Meski memiliki fasilitas publik dan infrastruktur kelas dunia, negara-negara ini menuntut pengeluaran besar dari para penduduknya.
Mulai dari Swiss, Singapura, hingga Bahama, setiap negara dalam daftar ini memiliki alasan tersendiri yang membuat biaya hidup di sana tak ramah bagi kantong rata-rata. Berikut negara yang masuk daftar biaya hidup termahal di dunia tahun 2025 dilansir dari Stars Insider, Senin (21/7/2025).
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2025
Baca Juga:10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
1. Swiss
Foto/Stars InsiderSwiss masih mempertahankan predikat sebagai negara dengan biaya hidup tertinggi di dunia. Kombinasi antara gaji tinggi, mata uang Swiss franc yang kuat, serta harga barang dan jasa yang mahal menjadikan negara ini sangat premium. Meski begitu, layanan kesehatan, transportasi, dan kualitas lingkungan yang sangat baik menjadi nilai tambah.2. Islandia
Foto/Stars InsiderLetaknya yang terpencil serta kebutuhan akan barang impor membuat harga-harga di Islandia melonjak tinggi. Meski demikian, penduduknya menikmati sistem pendidikan dan layanan kesehatan yang unggul, serta rumah-rumah dengan teknologi hemat energi yang mendukung gaya hidup modern.
3. Bahama
Foto/Stars InsiderBiaya hidup tinggi di Bahama tak bisa dilepaskan dari ketergantungan pada impor. Segala kebutuhan pokok hingga barang konsumsi sebagian besar didatangkan dari luar negeri. Selain itu, status Bahama sebagai destinasi wisata eksklusif juga ikut mengerek harga jasa dan properti.
4. Singapura
Foto/Stars InsiderSingapura menjadi negara dengan biaya hidup tertinggi di Asia. Lahan terbatas dan populasi padat menjadikan harga sewa dan kepemilikan properti sangat mahal. Walau begitu, keunggulan dalam bidang pendidikan, keamanan, dan pelayanan publik membuat banyak ekspatriat tetap memilih tinggal di sini.5. Hong Kong
Foto/Stars InsiderDengan harga properti tertinggi di dunia, Hong Kong menjadi tantangan bagi siapa pun yang ingin menetap di sana. Wilayah ini merupakan pusat keuangan yang membuat harga transportasi, makanan, dan tempat tinggal mengalami lonjakan signifikan setiap tahunnya.
Baca Juga:10 Negara dengan Jumlah Laki-laki Lebih Banyak daripada Perempuan
6. Barbados
Foto/Stars InsiderNegara kecil di Karibia ini memiliki biaya hidup tinggi karena mengandalkan impor dan sektor pariwisata. Pelayanan premium dan barang-barang impor mendominasi pasar lokal, sehingga masyarakat perlu merogoh kocek dalam untuk pengeluaran harian.7. Norwegia
Foto/Stars InsiderSistem negara kesejahteraan Norwegia memang unggul, namun konsekuensinya adalah pajak yang tinggi. Ditambah dengan iklim ekstrem dan lokasi yang jauh dari pusat distribusi global, membuat harga makanan dan tempat tinggal jauh di atas rata-rata negara Eropa lainnya.
8. Papua Nugini
Foto/Stars InsiderMeskipun masih tergolong negara berkembang, Papua Nugini menghadapi biaya hidup yang tinggi karena infrastruktur yang belum memadai serta sulitnya akses ke barang dan jasa. Selain itu, ketergantungan pada impor membuat harga kebutuhan pokok melonjak drastis.
9. Denmark
Foto/Stars InsiderNegara Skandinavia ini terkenal dengan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, namun biaya hidupnya cukup tinggi. Pajak penghasilan yang besar digunakan untuk membiayai sistem sosial seperti pendidikan dan layanan kesehatan, namun turut membebani pengeluaran pribadi.
10. Israel
Foto/Stars InsiderIsrael mencatatkan biaya hidup tinggi, terutama di pusat-pusat kota seperti Tel Aviv. Faktor pendorong lainnya adalah booming industri teknologi dan kebutuhan akan infrastruktur yang terus berkembang, yang menyebabkan harga perumahan dan kebutuhan pokok melambung.
Baca Juga:10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!










