Aghniny Haque Sebut Cerita Film Selepas Tahlil Bisa Bikin Penonton Lebih Dekat dengan Orang Tua
Aktris Aghniny Haque mengungkapkan betapa mendalamnya pengalaman yang ia rasakan saat memerankan karakter Saras dalam film horor terbaru Selepas Tahlil. Menurutnya, film ini bukan hanya menyajikan ketegangan, tetapi juga membawa pesan emosional yang kuat tentang keluarga, kehilangan, dan hubungan orang tua dan anak yang sering kali terabaikan.
Sebagai tokoh utama, Aghniny memerankan sosok kakak yang harus mengurus adiknya, Yudhis (Bastian Steel), setelah sang ayah, Hadi (Epy Kusnandar), meninggal dunia. Bagi Aghniny, naskah film Selepas Tahlil membawa nuansa berbeda dari karya-karya sebelumnya yang pernah ia bintangi.
"Film ini berkesan dan menjadi pembuka omongan untuk di keluarga gitu ya. Banyak banget rahasia-rahasia yang mungkin kita nggak ketahui. Banyak banget orang tua kita menyimpan rahasia supaya kita bisa tumbuh jadi anak yang lebih baik atau mungkin lebih aman gitu ya," kata Aghniny di Jakarta pada Minggu, 6 Juli 2025.
Film yang Mengajak Penonton Merenung
Kronologi Lengkap Munculnya Kasus Hantavirus di Jakarta, Kontak Erat di Kapal Pesiar MV Hondius
Bagi Aghniny, Selepas Tahlil punya kekuatan untuk membuka percakapan dalam keluarga. Ia menyebut film ini bisa menjadi “pengingat sunyi” bagi mereka yang sering mengabaikan keberadaan orang tua."Aku juga pengen ngingetin bahwa nggak selamanya orang tua ada. Mumpung masih ada, disayang-sayang," jelasnya.
Foto/Muhamad Fadli RamadanBaca Juga:11 Film Horor Indonesia Tayang Juli 2025, Selepas Tahlil Kisah Nyata Jenazah Bangkit
Kenangan Pribadi yang Membekas
Cerita dalam film ini ternyata juga membangkitkan kenangan pribadi bagi Aghniny. Ia mengungkapkan bahwa dirinya dibesarkan oleh seorang ibu tunggal yang kemudian menikah lagi. Namun, karena tidak pernah dekat dengan ayah sambungnya, ia mengaku bersikap acuh."Ibu aku tuh single mom. Tapi ibu aku nikah lagi. Karena dari kecil aku nggak punya sosok bapak dan nggak pernah punya kedekatan dengan ayah tiri, jadi aku ngerasa cuek aja soalnya kan dari kecil nggak masalah," ujarnya.
Rasa penyesalan muncul ketika ia melihat ibunya begitu terpukul oleh kepergian sang suami. "Jadi ayahku meninggal 4 tahun setelah menikah, dan jujur aku cukup menyesal karena aku nggak pernah deket. Ketika ditinggal pergi, ibuku terlihat sangat sedih dan mungkin bisa dibilang depresi selama 3 bulan," ungkapnya.
"Selama 4 tahun itu ternyata ayah tiri aku tuh mengasihi kehidupan yang luar biasa buat ibuku sampai ditinggalkan sesakit ini. Aku tuh ngerasa menyesal karena nggak pernah berterima kasih sama ayah tiriku. Ternyata beliau memberikan hari-hari terakhirnya yang terbaik buat ibuku," tambahnya.
Baca Juga:Cerita Aghniny Haque Alami Kejadian Mistis di Lokasi Syuting Pemandi Jenazah
Sementara itu, Bastian Steel yang kembali ke layar lebar setelah vakum lima tahun, juga membagikan pandangannya. Ia menilai Selepas Tahlil bukan sekadar film horor biasa."Lebih ke rasa duka yang kita pengen disampaikan di film ini. Sebenarnya itu ada momen-momen kesempatan kecil, waktu-waktu yang terbatas itu mungkin harus menjadi sesuatu yang berharga," tutur Bastian.
Ia berharap setelah menonton film ini, penonton bisa lebih terbuka dengan keluarga. "Supaya kalau setelah menonton film ini, mempunyai rahasia-rahasia itu mungkin bisa terungkap dan justru mungkin menjadi mendekatkan antara anggota keluarga. Itu poinnya ya," pungkasnya.
Selepas Tahlil bukan hanya menyajikan cerita menyeramkan. Di balik atmosfer horornya, film ini menyimpan pesan yang dalam tentang keluarga, cinta tak terucap, dan penyesalan yang datang terlambat.
Melalui kisah Saras dan Yudhis, serta pengalaman pribadi para pemerannya, film ini mengajak penonton untuk kembali menghargai waktu bersama orang tua, sebelum semuanya tinggal kenangan.
Baca Juga:Demi Film Pemandi Jenazah, Aghniny Haque Belajar Memandikan Mayat










