6 Suplemen yang Perlu Dikonsumsi di Usia 30-an untuk Hidup Sehat dan Panjang Umur

6 Suplemen yang Perlu Dikonsumsi di Usia 30-an untuk Hidup Sehat dan Panjang Umur

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 4 Mei 2025 - 19:00
share

Ada beberapa suplemen yang perlu dikonsumsi di usia 30-an untuk hidup yang lebih sehat dan membantu panjang umur. Memulai konsumsi suplemen yang tepat di usia 30-an bukan hanya investasi untuk kesehatan masa kini. Tetapi juga langkah proaktif untuk menghindari masalah di usia lanjut.

Pasalnya, memasuki usia 30-an, banyak perubahan fisiologis terjadi secara perlahan namun signifikan. Mulai dari menurunnya metabolisme, lambatnya proses pemulihan, hingga meningkatnya beban stres.

Meski gejala penuaan belum terlalu tampak, tubuh mulai membutuhkan dukungan tambahan di luar dari makanan harian. Di sinilah suplemen berperan penting, bukan sebagai pengganti makanan sehat, tapi sebagai pelengkap gaya hidup yang padat dan menuntut.

Berikut ini adalah enam jenis suplemen yang sebaiknya mulai dikonsumsi saat memasuki usia 30-an untuk menunjang kesehatan jangka panjang dilansir dari Times of India, Minggu (4/5/2025).

6 Suplemen yang Perlu Dikonsumsi di Usia 30-an

1. Multivitamin

Multivitamin dapat menjadi solusi praktis untuk mengisi celah nutrisi, terutama bagi mereka yang menjalani gaya hidup sibuk, sering melewatkan waktu makan, atau menjalani diet tertentu. Namun, tidak semua multivitamin dibuat dengan kualitas yang sama. Pilihlah produk dengan kandungan B12 dan folat yang sudah termetilasi, serta mineral dalam bentuk kelasi agar lebih mudah diserap tubuh. Hindari multivitamin dengan kandungan megadosis yang tidak dibutuhkan tubuh.

2. Kalsium dengan Vitamin D3 dan K2

Di usia 30-an, kepadatan tulang mulai menurun secara perlahan, dan wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena osteoporosis di kemudian hari. Suplemen kalsium bisa membantu, namun harus didampingi dengan vitamin D3 dan K2 agar bisa diserap dengan optimal dan tidak menumpuk di arteri. Alternatif alami yang juga sangat baik adalah mengonsumsi makanan kaya kalsium seperti susu, bayam, dan kacang-kacangan.

3. Vitamin C

Lebih dari sekadar mencegah flu, vitamin C mendukung produksi kolagen, membantu penyerapan zat besi, serta menjaga kulit tetap sehat dan elastis. Konsumsi rutin sangat dianjurkan, terutama saat tubuh mengalami stres, kurang tidur, atau sering terpapar polusi, hal-hal yang umum dialami di usia 30-an.

4. Zat Besi

Zat besi penting untuk menjaga energi, daya tahan tubuh, dan fungsi otak. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh lelah, wajah pucat, dan konsentrasi menurun. Namun, karena kelebihan zat besi bisa berdampak negatif, sebaiknya konsumsi hanya setelah melakukan tes darah. Suplemen zat besi sangat dianjurkan bagi wanita yang masih menstruasi, vegetarian, atau memiliki gangguan penyerapan nutrisi.

5. Bubuk Protein

Proses kehilangan massa otot (sarkopenia) sudah dimulai sejak usia 30-an. Untuk melawannya, asupan protein harian yang cukup sangat penting. Bubuk protein bisa menjadi solusi praktis bagi mereka yang kesulitan memenuhi kebutuhan protein dari makanan saja. Pilihan seperti protein whey murni atau berbahan dasar tanaman dapat menunjang pemulihan otot, menjaga metabolisme, dan mendukung sistem imun.

6. Biotin dan Nutrisi Pendukung Rambut

Biotin dikenal membantu pertumbuhan rambut dan kuku, tetapi manfaat ini hanya efektif jika memang terjadi defisiensi. Di usia 30-an, stres atau perubahan hormonal seperti pascakehamilan bisa menyebabkan rambut rontok. Kombinasi biotin dengan nutrisi seperti seng, silika, dan zat besi bisa membantu mengatasi masalah tersebut. Namun, penting untuk mengidentifikasi penyebab utama kerontokan rambut terlebih dahulu.

Topik Menarik