Berdebat dengan Raja Charles III, Ratu Camilla Tolak Perubahan Gelar

Berdebat dengan Raja Charles III, Ratu Camilla Tolak Perubahan Gelar

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 12 Februari 2025 - 05:00
share

Perbedaan pendapat antara Ratu Camilla dan Raja Charles III mengenai perubahan gelar kerajaan kembali mencuat. Menurut klaim seorang pakar kerajaan, Camilla memiliki pandangan yang berbeda dan secara terbuka menyampaikan ketidaksetujuannya kepada sang Raja.

Dalam laporan The Times yang dikutip oleh Tom Quinn, seorang anggota staf istana mengungkapkan adanya perdebatan sengit antara pasangan kerajaan tersebut. Sumber tersebut menyebutkan bahwa Ratu Camilla pernah secara terang-terangan menolak gagasan untuk menyandang gelar Ratu secara penuh.

“Pada satu titik, Ratu Camilla sangat tidak menyukai gagasan menjadi ratu. Ia kerap mengatakan kepada Charles, ‘Tidakkah kita bisa menjauh dari semua protokol ini? Semua ini omong kosong’,” kata sumber istana.

Mendengar pernyataan tegas istrinya, Charles yang dikenal tidak terlalu menyukai kata-kata kasar, disebut-sebut menanggapinya dengan nada lembut.

Foto/Getty Images

“Kau melakukannya (menjadi ratu) untukku, sayang,” ucap Charles dilansir dari Express, Rabu (12/2/2025).

Meskipun memiliki latar belakang aristokrat, Camilla dikenal sebagai sosok yang santai dan humoris. Vanity Fair mengutip penulis biografi kerajaan Penny Junor yang menggambarkan ratu 77 tahun itu sebagai pribadi yang penuh keceriaan, sering membuat suaminya tertawa terbahak-bahak.

Dalam biografi Junor, ibu sambung Pangeran William dan Pangeran Harry ini tidak digambarkan sebagai seseorang yang bercita-cita meniti karier gemilang atau menjalani kehidupan penuh kemewahan di dunia kerajaan.

“Ia hanya ingin menikah dengan bahagia, tinggal di pedesaan, mengurus kuda, anjing, anak-anak, dan memiliki seseorang yang bisa menangani urusan rumah tangga,” tulis Junor.

Hubungannya dengan raja 76 tahun itu pun didasarkan pada ketulusan dan kejujuran, meski sebelumnya ia dilaporkan sebagai orang ketiga dalam pernikahan Charles dan mendiang Putri Diana.

“Camilla memperlakukan Charles sebagai orang biasa, bukan sebagai pangeran atau raja. Jika Charles bertingkah egois atau tidak peduli, Camilla tidak ragu untuk mengatakannya secara langsung. Ia adalah teman yang baik,” jelas Junor.

Ketika pertama kali bertemu di pertandingan polo, Charles langsung terpikat oleh Camilla. Terutama karena sifat alaminya yang santai dan tidak dibuat-buat.

“Ia tidak terpesona oleh status Charles, tidak menjilat, dan benar-benar menjadi dirinya sendiri. Itulah yang membuat Charles jatuh hati,” ungkap Junor dalam bukunya The Duchess: The Untold Story.

Namun, perjalanan Camilla di dalam Keluarga Kerajaan tidak selalu mulus. Kedekatannya dengan William dan Harry membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berkembang. Bahkan, pada awalnya, kedua pangeran sempat memberikan panggilan yang tidak menyenangkan kepada ibu tiri mereka.

Sementara itu, Kate Middleton, William, diketahui pernah mengingatkan suaminya tentang garis keturunan Camilla yang berasal dari Alice Keppel, gundik Raja Edward VII, sosok yang menurut Kate memiliki kemiripan dengan anak pertama Charles itu.

Hingga saat ini, Istana Buckingham belum memberikan pernyataan resmi terkait perbedaan pendapat antara Camilla dan Charles mengenai perubahan gelar.

Namun, laporan ini semakin menguatkan bahwa hubungan pasangan kerajaan ini didasarkan pada kejujuran, meski diwarnai dengan perbedaan pandangan yang cukup tajam.

Topik Menarik