Menkop Ungkap Kebohongan TikTok Shop: UMKM Besar Diminta Jual Produk China
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan permainan TikTok dalam social commerce yang hari ini resmi ditutup, TikTok Shop .
Teten menyebutkan, TikTok Shop awalnya menguntungkan UMKM. Namun lama kelamaan penjualan para UMKM yang cenderung semakin besar malah menurun.
Awalnya memang penjualan mereka hits di TikTok, namun perlahan ketika nama mereka sudah besar, reseller diminta untuk menjual produk-produk dari Tiongkok, ujarnya di kanal YouTube Rhenald Kasali.
Dijelaskan kembali, ketika reseller tidak menjual produk-produk Tiongkok dan tetap menjual produk lokal, penjualan mereka akan terkena shadow ban.
Banyak reseller diminta untuk menjual barang dari tiongkok apabila tidak dan tetap menjual produk lokal akan terkena shadow ban. Shadow ban membuat penjualan produk mereka tidak terlihat dan tertutup oleh TikTok," lanjutnya.
Teten pun mengakui, di sini pemerintah lemah dalam mengatur perdagangan di social commerce. Oleh karena itu, pemerintah langsung memperkuat regulasinya.
Teten melanjutkan, dalam jangka pendek memang social commerce sangat menguntungkan dan memanjakan konsumen. Tetapi nantinya, TikTok Shop akan menguasai dan memonopoli platform tersebut.
TikTok yang menguasai platform, yang menetapkan harga, yang memiliki data, dan menguasai manufaktur dan logistik serta yang menguasai big data," ujarnya.
Oleh karena itu, TikTok Shop menjadi ancaman besar bagi perekonomian nasional.
Pemerintah pun harus melindungi produksi dalam negeri sehingga ekonomi Indonesia tidak akan lumpuh yang nantinya akan menimbulkan pengangguran dan daya beli yang menurun.









