Ternyata Ini Bedanya Batuk karena Flu Biasa dan Batuk karena Tuberkulosis!

Ternyata Ini Bedanya Batuk karena Flu Biasa dan Batuk karena Tuberkulosis!

Gaya Hidup | BuddyKu | Kamis, 24 Agustus 2023 - 14:48
share

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ahli medis dan peneliti Dr dr Erlina Burhan MSc, SpP(K) mengatakan, salah satu gejala Tuberkulosis (TB) adalah batuk. Tapi bagaimana kita bisa membedakan batuk pilek karena influenza atau dikenal flu dan batuk TB?

Masyarakat bisa melihatnya dari durasi batuk dan dahaknya. Batuk TB bisa terjadi berulang-ulang dan lama. Biasanya lebih dari 2 minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

"Batuk tuberkulosis biasanya juga disertai dengan dahak berwarna putih kental. Namun bisa disertai dengan bercak darah apabila semakin parah," kata Erlina, dikutip dari konten edukasi kesehatannya, Kamis (24/8/2023).

Terkadang jika ada infeksi kuman lainnya, maka warna dahaknya bisa kehijauan, kekuningan, atau seperti berkarat. Batuknya bisa juga mengeluarkan darah yang banyak, batuk darah masif, kalau tidak segera mendapatkan pengobatan.

"Sementara itu, batuk karena influenza atau flu itu biasanya dahaknya encer dan tidak berwarna. Disebabkan karena terpapar virus," katanya.

Sebelumnya Dr Erlina paparkan bahwa di Indonesia, tiap tahunnya ada 144.000 orang meninggal karena TB. Artinya ada 16 orang meninggal per jam.

"Bayangkan betapa banyak keluarga, kerabat, dan sahabat yang berduka. Mengapa angka kematiannya begitu tinggi?," kata Dr Erlina.

Pertama, pasien itu tidak terdiagnosis sebagai TB sehingga tidak diobati atau sudah terlanjur parah. Kerusakan paru-paru pun meluas, yang membuat fungsinya sudah sangat-sangat minimal dan terlambat diobati.

Inilah kemudian yang mengakibatkan pasien tidak tertolong, tapi bukan berarti orang yang terjangkit TB akan meninggal. Pada prinsipnya, TB itu bisa disembuhkan asal cepat diobati dan sampai selesai.

Untuk cegah terlambatnya pengobatan, masyarakat harus kenali gejala TB. Gejala yang timbul biasanya sesak napas berat dan batuk darah yang darahnya betul-betul banyak.

"Kondisi tersebut bisa menyumbat saluran napas dan menimbulkan kematian. Jadi penting untuk mengenali gejala," pesan Dr Erlina.

Harap Dr Erlina, jangan sampai TB menjadi berlarut-larut, kronik, sampai baru diketahui ketika sudah sangat parah atau paru-parunya sebagian besar sudah rusak.

"Sekali lagi saya tekankan, tuberkulosis itu bisa sembuh kalau diobati saat baru terjangkit. Maka kenali sejak dini dan obati sedini mungkin," pesan dia.

Setelah sembuh, gambaran parunya dipastikan akan sempurna. "Tidak ada cacat sedikit pun," sambung dia.


Topik Menarik