Menguak 3 Fakta Menarik di Balik Misteri Lolongan Serigala, Bukan karena Melihat Hantu!
SERIGALA sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Bahkan sebagian orang percaya kalau serigala melolong di malam hari karena melihat hantu atau makhluk halus. Benarkah?
Serigala memang sering dimunculkan dalam film-film horor. Suara lolongan hewan karnivora bahkan sering menghiasi alur cerita dalam film horor yang membuat kesannya makin menyeramkan dan penuh misteri.
Padahal menurut penelitian serigala melolong bukan karena melihat hantu, tapi itu sebagai cara hewan itu berkomunikasi atau berinteraksi satu sama lain.
Melansir dari Britannica , berikut alasan dan makna dari lolongan serigala.
Komunikasi Lokasi
Serigala melolong untuk mengomunikasikan terkait lokasi mereka ke anggota kelompok lainnya dan untuk menangkal kelompok saingan dari wilayah mereka.
Kawanan serigala yang terkenal hidup berkelompok itu cenderung mengklaim wilayah yang luas untuk kelompok mereka sendiri, terutama jika mangsanya langka.
Serigala juga akan melolong jika mengalami kondisi yang sulit seperti terpisah dari kawanannya saat berburu. Dengan melolong, secara efektif kawanan serigala itu dapat menemukan lokasi anggotanya tersebut.
Lolongan serigala sendiri dapat terdengar hingga 16 kilometer di kawasan tundra terbuka dan terdengar pelan di daerah berhutan.
Tanda Agresivitas Wilayah
Jenis lolongan lainnya adalah lolongan agresif ke kelompok lain. Seperti yang telah disebutkan di atas, ini memperingatkan kelompok lain atau serigala individu yang berada di kawasan itu untuk menjauh dari wilayah tersebut.
Kelompok serigala yang umumnya berjumlah 6 hingga 10 ekor itu juga akan menandai wilayah dengan menggunakan urin dan feses.
Tanda Kasih Sayang
Selain itu, diketahui bahwa serigala akan melolong kepada anggota kelompok mereka sendiri sebagai tanda kasih sayang. Hal ini menurut penelitian pada 2013 terkait alasan tambahan dibalik lolongan serigala.
Penelitian itu menemukan bahwa serigala cenderung melolong lebih banyak kepada anggota kelompok yang memiliki hubungan kuat dengan mereka, yang berarti hubungan sosial yang dekat.

Para ilmuwan menguji air liur serigala ini untuk kortisol, yang merupakan hormon stres, dan menemukan bahwa ada hasil yang dapat diabaikan.
Bukan kecemasan yang menyebabkan serigala-serigala ini melolong satu sama lain. Sebaliknya, hal itu lantaran kasih sayang atau emosi lain yang tidak didorong oleh kecemasan.










