Benarkah Rabies Bisa Ditularkan dari Manusia ke Manusia?

Benarkah Rabies Bisa Ditularkan dari Manusia ke Manusia?

Gaya Hidup | BuddyKu | Minggu, 4 Juni 2023 - 12:21
share

KINI penyakit rabies jadi sorotan. Apalagi di tahun 2023 mencapai 31.113 kasus dan 11 kematian.

Ahli epidemiologi dr Dicky Budiman pun menjelaskan kalau penularan rabies bermula dari hewan dan menginfeksi manusia lewat gigitan.

rabies

Namun, apakah benar rabies bisa menular dari manusia ke manusia?

Menurutnya, tidaklah benar karena sejauh ini belum dan tidak ada kasus ditemukan dari manusia ke manusia. Dia pun menegaskan perlu adanya vaksinasi pada hewan agar tidak menularkan rabies.

Mengingat tingkat fatalitasnya (kematian) bisa sampai 100% apabila terlambat ditangani. Ia juga mendorong adanya edukasi pada masyarakat.

"Kalau bicara soal penularannya, belum ada sejauh ini dari manusia ke manusia. Oleh karena itu vaksinasi rabies pada hewan yang harus digencarkan, sementara untuk (manusia) masyarakatnya sendiri harus ditingkatkan literasinya apabila terinfeksi atau tergigit hewan liar harus apa," kata dr Dicky kepada MNC Portal.

Saat hewan terinfeksi rabies ia sarankan bisa melakukan observasi dan memisahkan hewan tersebut dengan lainnya. Untuk memastikan kondisinya terinfeksi atau tidak.

Apabila seseorang tergigit hewan yang rabies, maka perlu diobati dengan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR).

"Untuk pertama hewannya (terinfeksi rabies) langsung diobservasi dan ditangkap untuk diketahui dalam kurun waktu 1 minggu apakah ada perubahan sikapnya menunjukkan gejala-gejala rabies," ucap dr Dicky.

Waduh, 95% Kasus Rabies di Indonesia Karena Anjing!

"Sementara itu untuk yang tergigit (manusia) harus segera mendapatkan suntikan vaksinasi anti rabies kiri kanan di lengannya, dan tunggu beberapa waktu sambil observasi untuk mendapatkan suntikan berikutnya," sambungnya.

Alasan Rabies Mematikan Bagi Manusia

Melansir dari Sehat Negeriku laman Kementerian Kesehatan, gejala hewan yang terkena rabies dicirikan dengan karakter hewan menjadi ganas dan tidak nurut pada pemiliknya, tidak mampu menelan, lumpuh, mulut terbuka dan air liur keluar secara berlebihan, kemudian bersembunyi di tempat gelap dan sejuk, ekor dilengkungkan ke bawah perut di antara kedua paha, kejang-kejang, dan diikuti oleh kematian. Atau pada rabies asimtomatik hewan tidak memperlihatkan gejala sakit namun tiba-tiba mati.

Sementara gejala rabies pada manusia, di tahap awal timbul demam, badan lemas dan lesu, tidak nafsu makan, insomnia, sakit kepala hebat, sakit tenggorokan, dan sering merasa nyeri.

Setelah itu, dilanjut dengan rasa kesemutan atau rasa panas di lokasi gigitan, cemas, dan mulai timbul fobia yaitu hidrofobia, aerofobia, dan fotofobia sebelum meninggal dunia.

Topik Menarik