3 Contoh Teks Pidato Bahasa Arab Berbagai Tema, Lengkap dengan Artinya
JAKARTA, iNews.id - Deretan contoh teks pidato bahasa Arab berikut patut untuk disimak. Pada masing-masing pidato tersebut, terdapat terjemahan yang menjelaskan maknanya.
Sama seperti pidato dalam bahasa lain pada umumnya, struktur pidato ini tersusun dari pembukaan, isi, dan penutup. Seseorang yang menyampaikannya harus menggunakan intonasi yang benar agar maknanya dapat tersampaikan dengan baik ke pendengar.
Adapun contoh pidato bahasa Arab berbagai tema dan terjemahannya adalah sebagai berikut.
Contoh Teks Pidato Bahasa Arab
Contoh 1
. .
.
: 1-5
: .
( )
. .
.
Artinya:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat walafiat.
Shalawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang telah dan akan selalu menjadi suri tauladan bagi kita semua.
Hadiri yang saya hormati
Pada kesempatan ini, saya akan berbicara tentang keutamaan menuntut ilmu.
Para hadirin yang dimuliakan Allah,
Ilmu adalah salah satu harta yang paling berharga dalam hidup kita. Ilmu adalah cahaya yang menuntun kita ke jalan kebenaran dan menyelamatkan kita dari jalan kesesatan. Ilmu adalah kunci kebahagiaan dan kesuksesan dalam dunia dan akhirat.
Dalam pandangan Islam, mencari ilmu adalah tugas utama setiap muslim. Ilmu dianggap sebagai bekal yang dibutuhkan dalam perjalanan menuju kebahagiaan dunia akhirat dan juga sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam Al-Quran, Allah berfirman dalam surat Al-Alaq, ayat 1-5:
Yang artinya: 1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, 2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, 4) Yang mengajar (manusia) dengan pena. 5) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya..
Hadis Nabi Muhammad SAW juga menegaskan pentingnya mencari ilmu. Beliau bersabda:
Menuntut ilmu itu adalah kewajiban atas setiap muslim. (HR. Ibnu Majah)
Dalil dari Al-Quran dan Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu dalam pandangan Islam. Karena itu, kita semua harus selalu berusaha untuk meningkatkan ilmu kita.
Janganlah kita pernah berhenti belajar, agar kita bisa mendapatkan kemuliaan di dunia dan di akhirat.
Semoga Allah SWT memberikan hidayah dan petunjuk kepada kita semua dalam mencari ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin..
Ini saja yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh 2
.
. 1444 2023.
. .
. .
27 1444 .
.
.
.
.
.
. .
. .
. .
.
. .
.
.
1444 2023 . . .
. . . ...
Artinya:
Saudara-saudari yang berbahagia,
Viral! Siswa Tapanuli Bertanya ‘Bayar Enggak Pak’ saat Dievakuasi Helikopter TNI AU
Pertama-tama, marilah kita bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita sehingga pada hari ini kita bisa berdiri, duduk, serta tersenyum gembira menyambut momentum Isra Miraj Nabi.
Shalawat dan salam mari kita hadiahkan kepada Nabi Akhir Zaman, Nabi dengan mukjizat Al-Quran, Nabi yang Allah perjalankan melalui peristiwa Isra wal Miraj, Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan seiring dengan seringnya bershalawat kita akan mendapat pertolongan beliau di Hari Akhir nanti.
Saudara-saudari yang dirahmati oleh Allah SWT,
Alhamdulillah pada tahun ini, kita diberi kesempatan umur oleh Allah SWT untuk bertamu ke momentum 27 Rajab 1444 Hijriah yang bertepatan dengan peringatan Isra Miraj Rasulullah SAW.
Meskipun sekarang negeri ini masih ditimpa cobaan yang berat berupa wabah, namun semoga saja semangat diri, keluarga, dan umat terus terjaga dalam meraih takwa.
Berkisah tentang peristiwa luar biasa bertajuk Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, maka kita akan kembali teringat tentang pentingnya ibadah shalat.
Bagaimana tidak, shalat adalah ibadah spesial nan utama yang Allah perintahkan kepada Rasulullah dan umat.
Mitos Sakit Punggung karena Jarum Bius Pascamelahirkan, Ini Penjelasan Dokter dan Cara Mengatasinya
Sebagai bukti dari keutamaan perintah tersebut, Allah menjemput Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril dan Buraq agar Rasul bisa menjemput perintah shalat melewati 7 lapis langit hingga ke Sidratul Muntaha.
Tidak hanya sekadar melewati langit, tapi Allah juga menunjukkan kekuasaan-Nya sebagai Tuhan yang Maha Agung, Maha Kaya, lagi Maha Terpuji.
Setelah melakukan perjalanan Miraj, Nabi Muhammad SAW melihat surga, neraka, dan juga baitul makmur yang menjadi kiblatnya para malaikat. Itu adalah bukti bahwa janji Allah benar-benar nyata.
Lalu, bagaimana dengan kisah kita sebagai umat akhir zaman di hari ini?
Seiring dengan berkembangnya teknologi dan berlalunya zaman, tantangan maupun ujian hidup pun terasa berat. Kita saksikan, masjid megah makin banyak, tapi jamaah shalat makin sepi.
Perdebatan antar sesama muslim gara-gara perselisihan pendapat semakin melunjak dan membuat Islam seakan-akan tercerai-berai. Tidak sedikit orang berdebat tentang shalat, tapi nyatanya mereka belum tentu melaksanakan shalat.
Teman-teman yang dirahmati Allah, kiranya, apa yang salah dari hal tersebut?
Yang salah tiada lain dan tiada bukan ialah shalatnya. Shalatnya belum benar, shalatnya belum dengan hati, dan shalatnya belum benar-benar menghadirkan jasmani dan rohani untuk menghadap Allah.
Kalaulah shalat kita benar dari segi niat, syariat, serta ilmunya, maka sungguh diri ini akan menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan takwa.
Allah berkalam dalam Al-Quran Surah Al-Ankabut ayat 45:
.
Saudara-saudari yang berbahagia;
Pada momentum Isra Miraj 1444 Hijriah tahun 2023 ini, marilah kita sama-sama berupa untuk memperbaiki shalat. Memperbaiki shalat di sini tidak hanya sekadar menyempurnakan gerakan dan bacaan, tetapi juga menyempurnakan niat, khusyuk, sekaligus menjadikan shalat sebagai kebutuhan dalam hidup. Karena dunia ini hanyalah persinggahan, maka sudah semestinya kita menyiapkan bekal yang banyak untuk persiapan di akhirat.
Saudara-saudari yang berbahagia;
Demikianlah pidato singkat yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang mulia ini. Semoga bisa dipetik hikmah dan kebaikan darinya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh 3
, . , . .
!
!
. .
:
:
(: 13)
. . .
!
. . .
!
. . . . .
. . .
!
. :
. .
.
Artinya:
Assalamualakum Wr.Wb.
, . , . .
Yang terhormat, Segenap dewan juri!
Serta saudara-saudaraku yang mulia!
Pertama, marilah kita ucapakan syukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan nikmatnya yang berlimpah ruah, sehinga kita kali ini semua dapat berkumpul di tempat yang penuh barokah ini. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada nabi kita Muhammad SAW, makhluk terbaik dan termulia.
Pada kesempatan yang baik ini, kami akan menyampaikan pidato ringkas kepada segenap hadirin, dengan topik:
Keanekaragaman Bangsa Ini adalah Rahmat
Allah SWT telah berfirman:
Artinya: Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
Dari ayat ini, Allah SWT telah menjelaskan bahwa penciptaan manusia dengan bangsa-bangsa dan suku-suku yang beraneka ragam, adalah bertujuan agar mereka saling mengenal satu sama lain. Perbedaan tersebut membuat kita dapat merasakan warna-warni dan keajaiban ciptaan Allah, sebagaimana kita merasakan manisnya hidup ini.
Bayangkan kalau semua manusia diciptakan dengan berkulit hitam! Bayangkan, andaikan manusia hanya berbicara dengan satu bahasa saja! Atau bahkan mempunyai profesi yang sama semua! Betapa kurang berwarnanya kehidupan! Yang terjadi bukan kebaikan bersama, malah menjadi kebosanan massal.
Para hadirin yang mulia,
Kalau kita mau menilik sejarah, pada saat nabi Muhammad masih hidup dan menjadi pemimpin, beliau sangat menghormati perbedaan dan keanekaragaman kaumya. Beliau memimpin dengan bijaksana tanpa tebang pilih, sehingga seluruh masyarakat merasa nyaman dengan kepemimpinan beliau.
Tentu kita tahu beliau pada saat itu hidup di tengah masyarakat yang memiliki agama dan kabilah yang heterogen. Di Madinah al-Munawaaroh tidak hanya hidup orang Islam saja tetapi juga orang beragama Yahudi dan Nasrani.
Saudara-saudaraku tercinta,
Sekarang, mari kita melihat ke negara kita tercinta, NKRI. Di negara kita ini hidup di dalamnya masyarakat dengan berbagai macam latar belakang. Bangsa, suku, agama yang berbeda-beda. Bukankah begitu? Di sini hidup suku jawa, suku madura, suku sasak dan lain sebagainya. Disini juga tinggal penganut agama islam, kristen dan agama-agama yang lain. Serta keanekaragaman lain yang amat kompleks dalam berbagai aspek.
Tapi apa yang terjadi disini?
Keanekaragaman tersebut kenapa malah menjadi simbol permusuhan. Banyak bermunculan konflik-konflik yang dipicu adanya perbedaan-perbedaan tersebut, baik soal agama, kesukuan maupun lainnya.
Para pendengar yang budiman..
Kenapa terjadi konflik-konflik seperti itu?! Hal tersebut terjadi tidak lain karena kurangnya masyarakat kita memahami tentang spirit ajaran agamanya. Khususnya kaum muslimin sebagai mayoritas, kurang mendalami tentang Islamnya. Rosulullah SAW telah bersabda Perbedaan umatku merupakan suatu rahmat (HR. Baihaqi).
Maka dari itu wajib bagi kita (kaum muslimin) untuk mengkuti apa yang telah ditauladankan dan disabdakan oleh nabi Muhammad SAW, sehingga cara pandang kita terhadap perbedaan/keanekaragaman tersebut menjadi lebih bijak. Perbedaan atau keanekaragaman tersebut tidak kita jadikan sebagai isu perpecahan atau saling bermusuhan, tetapi malah kita jadikan sebagai ajang untuk saling berbagi nikmat dan rahmat.
Demikian yang dapat sampaikan pada kesempatan ini, apabila terdapat kesalahan kami mohon maaf. Sampai jumpa di lain kesempatan.
Terima kasih atas perhatiannya, Wallaahul muwaafiq ila aqwamit tariiq
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Demikian contoh teks pidato bahasa Arab dan terjemahannya. Semoga bermanfaat.









