Penasaran Ingin Pakai Pelumas Saat Hubungan Ranjang? Simak 4 Faktanya
GenPI.co - Pelumas atau gel se*s memang sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah vag*na yang kering saat melakukan hubungan ranjang .
Pasalnya, dengan bantuan pelumas se*s, penetr*si akan jadi lebih lancar dan tidak menyakitkan bagi pasangan .
Menurut para ahli, bahwa pelumas sebaiknya dioleskan tipis-tipis pada pe*is atau kon*om yang sudah terpasang.
Hal tersebut agar seluruh bagian pe*is akan tetap terlindung dari gesekan ketika sudah penetr*si ke dalam vag*na.
Sementara itu, ada beberapa jenis pelumas se*s yang tersedia di pasaran dengan bahan dasar yang berbeda, seperti:
- Pelumas air
Pelumas dengan bahan utama air (water based lubricant) ini tidak akan merusak kon*om dan mudah dibasuh setelah hubungan ranjang.
Pelumas air bentuknya seperti gel yang bening dan harus sering dioleskan saat bercinta karena pelumas ini cepat menguap.
- Pelumas silikon
Pelumas dari silikon ini bentuknya seperti gel, tetapi teksturnya lebih licin.
Pelumas silikon ini tidak merusak kon*om dan lebih tahan lama dibandingkan pelumas air.
Namun, pelumas silikon agak sulit dibersihkan dan dibasuh setelah berhubungan se*s.
- Pelumas minyak
Pelumas se*s alami ini terbuat dari minyak. Minyak kelapa, minyak zaitun, minyak jojoba, dan baby oil bisa mejadi pilihan.
Jika memiliki kulit sensitif bisa menggunakan pelumas minyak.
Namun, pelumas dari minyak ini bisa merusak kon*om lateks dan sulit dibersihkan jika menempel pada kain seprai atau pakaian.
Walau pun banyak orang yang menggunakan pelumas tersebut, tetapi cobalah untuk memerhatikan beberapa risiko kesehatan saat memakai pelumas se*s seperti dilansir pada Selasa (23/5/2023):
1. Iritasi atau alergi
Salah satu risiko yang harus diperhatikan saat memakai pelumas se*s untuk kesehatan, yakni iritasi dan alergi.
Perlu diketahui, bahwa beberapa orang sangat sensitif terhadap bahan-bahan kimia asing, terutama di area pe*is dan vag*na.
Jika alergi atau iritasi, biasanya muncul gejala pada area kemaluan seperti kemerahan, rasa panas seperti terbakar, terjadi pembengkakan, atau terasa gatal.
2. Infeksi bakteri dan ragi vag*na
Salah satu risiko yang bisa muncul karena pemakaian pelumas se*s, yakni infeksi bakteri dan ragi vag*na.
Pasalnya, pelumas yang terbuat dari minyak atau mengandung bahan-bahan kimia seperti gliserin bisa mengacaukan pH alami vag*na.
Saat pH vag*na terpapar bahan-bahan asing yang kadar pH-nya berbeda bisa mengganggu keseimbangan bakteri di vag*na sehingga infeksi bakteri dan ragi bisa terjadi.
3. Tidak bisa mencegah penularan penyakit kelamin
Salah satu risiko kesehatan yang bisa timbul karena pemakaian pelumas, yakni tidak bisa mencegah penularan penyakit kelamin.
Pasalnya, saat melakukan penetrasi tanpa kon*om, pelumas tak akan mampu membunuh virus atau bakteri yang hidup di area kemaluan.
Hal tersebut bisa berisiko tertular penyakit kelamin seperti klamidia, gonore, dan HIV. ( HelloSehat )










