Manfaat "Tin" Si Buah Surga untuk Kesehatan
JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ini adalah Tin atau Ara dan atau Maghdud dengan nama latin Ficus carica L. Ini adalah tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan dan berasal dari Asia Barat, tepatnya Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Warna kulitnya ungu, ada juga yang merah muda dan kehijauan. Daging buahnya berserat, berair dan cita rasanya manis.
Buah tin kerap dijuluki sebagai buah surga. Di dalam kepercayaan Kristen, pohon ara merupakan pohon ketiga yang disebutkan di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab. Sedangkan di dalam Islam, tin adalah salah satu dari dua pohon yang disebut manfaatnya baik dalam Islam dan disebutkan dalam Surat At-Tin ayat 1, karena Allah bersumpah atas nama buah atau tumbuhan ini.
Tim Edukasi Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr Nadia Bunga Anggraini MSi sempat menjelaskan bahwa buah tin termasuk famili Moraceae, yang termasuk salah satu tanaman tertua di dunia. Tanaman ini banyak tumbuh di kawasan Mediterania, namun dapat tumbuh di daerah tropis termasuk Indonesia.
"Kandungan gizi dari buah tin yaitu serat, vitamin A, vitamin C, vitamin E, kalsium, magnesium dan potasium," ujar dr Bunga, dikutip dari konten edukasi PDPOTJI, Minggu (21/5/2023).
Pada kulit buah tin, terkandung komponen bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan. Di antaranya adalah polifenol, flavonoid, tannin O-difenol dan antosianin.
Buah tin yang kering adalah sumber stronsium, magnesium dan zat besi yang sangat baik untuk mengatasi anemia. Sedangkan daun buah tin, secara tradisional digunakan sebagai laksatif, stimulan, antitusif dan obat hemoroid. Buah tin yang segar, bisa digunakan topikal untuk obat luka.
Pada uji praklinis, diketahui getah buah tin memiliki aktivitas hepatoprotektor. Pada ekstrak daun tin juga efektif dalam menurunkan enzim hati, trigliserida dan total kolestrol.
Pada uji praklinik dengan hewan uji tikus, suplementasi buah tin selam 15 bulan memberikan efek yang bermakna pada sindrom alzheimer. Tikus yang memakannya disuplementasi dengan buah tin, ternyata signifikan mengalami perbaikan memori dan penurunan asietas.
Dikutip dari laman Dinas Pertanian dan Pangan, ada beragam manfaat dari konsumsi buah tin, berikut ini:
Menjaga kesehatan jantung
Manfaat buah tin yang pertama adalah dapat menjaga kesehatan jantung. Buah tin memiliki kandungan serat larut berupa pektin yang membuat buah tin memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah.
Kadar kolesterol dan trigliserida tinggi dalam darah dapat menyebabkan terbentuknya plak yang akan memicu penyempitan pembuluh darah dan mengganggu kesehatan jantung.
Mencegah kanker
Selain punya manfaat terkait pencernaan, buah tin juga berpotensi mencegah pertumbuhan sel kanker, terutama jenis kanker usus. Satu buah tin segar mengandung zat antioksidan seperti flavonoid yang dapat mencegah kerusakan sel karena serangan zat radikal bebas.
Kerusakan sel akibat radikal bebas ini bisa memicu kanker. Tak hanya dari daging buahnya, manfaat buah tin dalam mencegah kanker juga bisa diperoleh dari ekstrak daunnya.
Mengatasi anemia
Manfaat buah tin selanjutnya adalah dapat membantu mengatasi gejala anemia. Kurang darah atau anemia merupakan kondisi kurangnya kadar sel darah merah dalam tubuh yang disebabkan oleh berbagai sebab.
Salah satu cara untuk menanggulanginya adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Kandungan zat besi dan juga multivitamin dalam buah tin dapat membantu produksi sel darah merah.
Menjaga kesehatan tulang
Buah tin juga dipercaya sebagai buah yang baik untuk kesehatan tulang. Kandungan mineral seperti kalsium, magnesium, dan fosfor dalam buah tin sangat baik untuk menutrisi tulang dan mencegah tulang keropos.










