Imbas Harga Melambung, 45% Keluarga di Maroko Terpaksa Utang untuk Penuhi Kebutuhan
MAROKO - Otoritas Makoro mengungkap sebanyak 45 persen keluarga di negaranya harus utang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hal itu terjadi selama kuartal satu 2023.
Komisi Tinggi Perencanaan Maroko mengatakan laporan tersebut menunjukkan bahwa 51,2 persen keluarga menganggap bahwa pendapatan mereka menutupi pengeluaran mereka.
Sementara 45 persen keluarga mengatakan mereka menggunakan utang untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran mereka.
Erick Thohir Akui Masih Punya Utang ke Karyawan BUMN, Apa Itu? Pasar Maroko menyaksikan peningkatan pesat dalam harga komoditas selama tahun ini, ditambah dengan kenaikan harga komoditas primer dan pangan secara global dan dampak dari kekeringan di negara tersebut.
Menurut laporan tersebut, 85,3 persen keluarga Maroko mengatakan standar hidup mereka telah memburuk selama 12 bulan terakhir. Sementara 79 persen keluarga pada kuartal pertama tahun 2023 menemukan bahwa waktu tidak tepat untuk membeli barang.
Tercatat 98,7 persen keluarga merasakan kenaikan harga pangan selama 12 bulan terakhir.
Maret lalu, Bank Sentral Maroko menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 3 persen, naik dari 2,5 persen.
Kenaikan itu dalam upaya menghentikan inflasi tinggi akibat dampak perang di Ukraina. Tingkat inflasi tahunan di Maroko meningkat menjadi 10,1 persen pada Februari lalu, dibandingkan dengan 8,9 persen pada Januari.










