Heboh Pengobatan Alternatif Ida Dayak, Ahli Kesehatan Ingatkan Bahayanya

Heboh Pengobatan Alternatif Ida Dayak, Ahli Kesehatan Ingatkan Bahayanya

Gaya Hidup | BuddyKu | Minggu, 9 April 2023 - 14:22
share

JAKARTA, celebrities.id - Indonesia kembali dihebohkan dengan praktik pengobatan alternatif yang dilakukan Ibu Ida Dayak yang disebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit secara instan. Video Ida Dayak tengah beraksi memijat dan menyembuhkan keluhan patah tulang hingga tulang bengkok pasien pun berseliweran di media sosial.

Melihat fenomena tersebut, Ahli Kesehatan Prof. Zubairi Djoerban justru mengingatkan masyarakat akan pentingnya asupan vitamin C dan D. Kedua vitamin tersebut penting dalam menunjang kesembuhan sakit tulang. Terutama, prosesnya bisa membantu pembentukan sel-sel baru.

Adapun Prof Zubairi Djoerban menjelaskan bahwa sumber dua vitamin itu dapat ditemukan dalam berbagai makanan, khususnya sayuran, buah-buahan, hingga yoghurt.

"Untuk diketahui, saya sampaikan dulu beberapa hal mengenai patah tulang. Rupanya kalau kita cukup makan vitamin C atau vitamin D dan kalsium, ternyata dapat membantu tubuh kita memproduksi sel-sel tulang baru," tulis Prof Zubairi dalam Twitter pribadinya, dikutip Minggu (9/4/2023).

Selain itu, dia juga dengan tegas tidak menyarankan obat alternatif. Karena, menurutnya untuk suatu bahan dapat menjadi obat, semuanya harus ada proses uji klinis. Proses itu mulai dari memeriksa senyawa, zat kimia apa saja yang aktif, pengajuan, uji pra klinik pada hewan coba atau organ, pemeriksaan, penelitian farmakodinamik, farmakokinetik, dan toksisitas pada hewan coba.

Setelah itu, baru uji klinik fase 1, 2, 3, dan 4 pada manusia. Setelah disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), barulah obat bisa diedarkan. Itu pun masih harus dimonitor atau post marketing.

"Sebelumnya saya tegaskan bahwa saya tidak menyarankan pengobatan-pengobatan alternatif, tapi saya sedang membahas kenyataan di lapangan," tulisnya lagi.

Prof Zubairi melanjutkan, istilah lain dari pengobatan alternatif yaitu Complementary and Alternative Medicine (CAM). Lebig lanjut, dia mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati karena jangan sampai beberapa penyakit yang membutuhkan pengobatan medis berhenti dan beralih ke alternatif.

Bukan tanpa alasan, menurut Prof Zubairi, efek dari peralihan pengobatan tadi, pasien berisiko meninggal dunia karena meninggalkan pengobatan yang sudah berstandar.

"Masalah mulai timbul ketika orang memakai CAM untuk pengobatan yang standarnya sudah jelas, yang tidak bisa tergantikan. Misalnya pasien kanker atau AIDS yang menghentikan pengobatan dan menggantinya dengan CAM," tulis Prof Zubairi

"Nah, yang terjadi kemudian adalah pasien-pasien tersebut meninggal. Dari situ terjelaskan bahwa penyakit yang obatnya sudah standar dan jelas, ya tidak bisa memakai pengobatan CAM (alternatif)," katanya

Di sisi lain, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Adib Khumaidi SpOT mengatakan tidak dapat memastikan apakah benar sembuh atau tidak. Menurutnya harus dibuktikan dalam ilmu kedokteran dan harus melakukan pemeriksaan lanjutan seperti Rontgen.

Namun, dia memastikan dalam fenomena pengobatan Instan ini tentu berbeda dengan ilmu kedokteran atau medis.

"Saya tidak bisa katakan, karena saya harus bertemu dengan pasien pernah berobat ke dia. Saya juga harus cek apakah setelah dirontgen ada perbaikan. Karena di ilmu ortopedi (medis) ada kita perbaikan secara anatomis dan perbaikan secara fungsi, ada dua hal tadi, tulang nyambung, ya nyambung. Kemudian secara fungsi apakah bisa digunakan secara fungsi," katanya usai Konferensi Pers di Gedung PB IDI Jakarta, Selasa (4/4/2023).

Topik Menarik