Kisah Inspiratif Pendiri Aksel, Bangun Bisnis sejak Usia Muda
IDXChannel Kisah inspiratif pendiri Aksel, platform persiapan karier bagi generasi muda menjadi motivasi bagi generasi milenial yang ingin membangun karier.
Aksel merupakan sebuah platform yang fokus pada penyediaan akses untuk menghubungkan para talenta muda dengan pengusaha. Beberapa produk unggulan dari platform ini antara lain Aksel Career Monitoring, Virtual Experience Program, dan Aksel CV Builder.
Platform ini tentunya banyak membantu para generasi muda yang tengah mempersiapkan karier mereka. Lalu, siapa pendiri Aksel? IDXChannel mengulas profil dan kisah inspiratif pendiri Aksel sebagai berikut.
Kisah Inspiratif Pendiri Aksel
Platform Aksel didirikan oleh perempuan muda berusia 21 tahun. Ia adalah Gabriella Shannen, CEO sekaligus Founder dari Aksel. Dalam sebuah podcast Cuan di Spotify episode Meniti Startup di Usia Dini, Gabriella membagikan kisahnya dalam membangun platform Aksel.
Berawal dari kebosanannya dengan jurusan kuliahnya yakni Statistika, ia mulai membangun startup sendiri. Shannen mengaku bahwa dirinya memang lebih memiliki passion yang kuat dalam bisnis. Inilah yang mendorong perempuan 21 tahun ini terpikir untuk membangun startup di semester pertama perkuliahannya.
Meski pada awalnya merasa bahwa ilmu-ilmu yang dipelajarinya sulit untuk diimplementasikan, namun rupanya di semester-semester berikutnya banyak ilmu di Statistika yang bisa diimplementasikan dalam bisnisnya seperti determining dan machine learning. Dengan ilmu tersebut, Gabrielle menjadi lebih tahu bahwa website yang dibuatnya bisa bekerja dengan baik.
Sebelumnya, Gabrielle Shannen pernah menjalankan bisnis kecil-kecilan. Namun, karena tidak terlalu berjalan, ia pun memutuskan untuk tidak melanjutkannya. Hingga akhirnya, ia menemukan ide untuk membangun startup Aksel.
Di usia yang sangat muda, Shannen berhasil melewati masa-masa krusial dalam membangun bisnis. Shannen pun mengakui bahwa dalam membangun platform Aksel, ia pun sempat mengalami jatuh bangun. Titik terberatnya adalah ketika startup miliknya terancam bangkrut. Finansial perusahaan rintisannya terpuruk hingga ia harus ditinggal rekan bisnisnya.
Gue ditinggal Co-Founder, jadi mau gak mau gue harus menjalankan perusahaan ini sendirian di saat perusahaan sedang nggak baik-baik saja, terang Shannen.
Meski terbilang baru, namun Shannen mengaku bahwa startup miliknya sudah menemukan investornya. Meski menurutnya cukup sulit untuk menemukan investor yang bisa mempercayainya, namun pada akhirnya ada juga investor yang sejalan dan sehati untuk mencapai tujuan yang sama dengan Aksel.
Adapun hingga saat ini, Gabrielle Shannen mengaku bahwa Aksel telah berhasil memiliki sekitar 200.000 user dan telah membantu menghubungkan para pencari kerja dan talenta muda dengan korporasi yang membutuhkan sesuai kompetensi mereka.
Itulah kisah inspiratif pendiri Aksel yang berhasil membangun startup di usia muda. Kisah ini bisa menjadi motivasi bagi Anda untuk memulai bisnis sesuai passion Anda.










