Kenapa Setiap Perayaan Natal Selalu Hujan? Ini Penjelasannya

Kenapa Setiap Perayaan Natal Selalu Hujan? Ini Penjelasannya

Gaya Hidup | BuddyKu | Selasa, 27 Desember 2022 - 10:46
share

JAKARTA, celebrities.id - Kenapa setiap perayaan Natal selalu hujan? Tentunya ini menjadi pertanyaan sebagian orang.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki dua jenis musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan biasanya terjadi pada Oktober hingga Maret. Namun awal dan akhir musim hujan terkadang mengalami perubahan karena faktor tertentu.

Sementara bulan Desember merupakan salah satu bulan yang ditunggu umat Nasrani. Pada bulan ini terdapat hari besar umat Nasrani, yaitu perayaan Natal setiap tanggal 25 Desember.

Bertepatan dengan perayaan tersebut, wilayah Indonesia sering kali diguyur hujan deras. Apakah hujan tersebut berkaitan dengan kisah sinterklas yang membagikan hadiah pada saat hujan salju? Lalu, apa kata BMKG mengenai hujan yang selalu datang saat perayaan natal?

Dilansir dari berbagai sumber pada Selasa (27/12/2022), celebrities.id telah merangkum alasan mengapa natal selalu hujan sebagai berikut.

Alasan Kenapa Setiap Perayaan Natal Selalu Hujan

Menurut umat nasrani, hujan pada saat malam perayaan natal merupakan suatu keberkahan dari hari lahirnya Tuhan Yesus. Bagi umat nasrani hujan akan membawa keberkahan dan keberuntungan. Sehingga umat nasrani lebih menyukai jika perayaan natal turun hujan.

Lalu, bagaimana menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)?

Musim hujan di Indonesia terjadi pada bulan September sampai Desember. Selama periode tersebut wilayah Indonesia akan terus menerus diguyur hujan dengan intensitas ringan maupun sedang. Namun pada bulan Desember, Indonesia bisa diguyur hujan dengan intensitas dari sedang hingga tinggi.

Mengutip dari laman BMKG, seluruh wilayah Indonesia berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat selama periode Natal dan Tahun Baru 2023. Peningkatan curah hujan selama periode Natal dan Tahun Baru 2023 diakibatkan sejumlah faktor.

BMKG juga mencatat 11 provinsi berpotensi mengalami cuaca ekstrem mulai 25 Desember hingga 1 Januari 2023. Adapun potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat akan terjadi di 11 provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

BMKG bahkan memberikan peringatan dini tentang hujan lebat disertai angin kencang. Beberapa wilayah di Indonesia bahkan diperkirakan akan hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Topik Menarik