Loading...
Loading…
Puluhan Ekor Sapi Mati di Sulbar Diduga Kena Virus Jembrana, Apa Itu?

Puluhan Ekor Sapi Mati di Sulbar Diduga Kena Virus Jembrana, Apa Itu?

Powered by BuddyKu
Gaya Hidup | Indozone | Selasa, 29 November 2022 - 13:35

Bukan lagi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), peternakan warga di Desa Makmur Jaya, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, dilanda virus baru.

Kali ini, ada sebanyak 60 ekor sapi di sana terserang virus Jembraba . Ada pula 40 ekor sapi mati di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Wabah penyakit Jembrana muncul sejak Mei 2022. Menurut Pejabat Gubernur Sulawesi Barat, Akmal Malik, virus Jembrana ini ditularkan vektor lalat kuda.

Lantas, sebenarnya apa itu virus Jembrana? Bagaimana gejala hewan yang terkena virus ini?

Penjelasan Virus Jembrana

Dikutip dari Balai Besar Inseminasi Buatan Ditjen PKH Kementan, penyakit Jembrana atau Jembrana disease virus (JDV), pertama kali muncul di daerah Sankaragung Bali, Indonesia pada bulan Desember 1964.

Nama Jembrana berasal dari nama Desa yang pertama kali mengalami infeksi. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi akut Lentivirus yang merupakan anggota family Retroviridae.

Virus penyakit Jembrana menyerang sistem kekebalan tubuh si sapi. Masa inkubasi berkisar antara empat sampai 12 hari pasca-infeksi untuk menimbulkan gejala sakit.

VPJ diketahui hanya menyerang sapi Bali B. javanicus , baik jantan maupun bentina, di semua kelompok umur. Sementara kerbau, kambing, domba, hingga babi bisa terinfeksi, tapi kebal dan tidak ada gejala klinis. Akibatnya, mereka bisa menjadi carrier atau pembawa virus selama enam bulan.

Gejala Penyakit Jembrana

Sapi yang terjangkit virus Jembrana akan terdeteksi paling cepat setelah 14 hari dari waktu infeksi melalui observasi gejala klinis yang tampak.Ternak seperti sapi, umumnya memiliki beberapa gejala jika terserang penyakit Jembarana.

Berikut gejala yang kerap dialami ternak jika mengidap penyakit Jembrana:

- Demam tinggi yang kadang-kadang dapat mencapai 42 derajat celsius. Gejala ini berlangsung selama 5-12 hari;

- Kebengkakan kelenjar limfe;

- Mencret yang sering disertai darah dalam tinja yang terjadi beberapa hari setelah hewan demam;

- Pada penyakit yang akut, khusus pada wabah pertama, kematian dapat terjadi tiba-tiba

- Terjadi Hipersalivasi;

- Leleran lendir bening dari hidung;

- Erosi pada mukosa mulut dan bagian bawah lidah;

- Bercak-bercak darah pada kulit (keringat berdarah);

- Kepucatan mukosa mulut, mata, dan alat kelamin.

Virus Penyakit Jembrana menular dengan kontak lansung antara penderita dengan hewan sehat, melalui oral, lubang hidung, konjungtiva mata dan semen. Penularan melalui insekta pengisap darah juga dimungkinkan, misal, lalat Tabanus rubidus .

Sifat Biologis Virus Penyakit Jembrana

Adapun sifat-sifat biologis virus penyakit jembrana adalah sebagai berikut :

1. Masa inkubasi pendek yaitu sekitar 5-7 hari dan hanya menyerang sapi bali;

2. Tahan terhadap antibiotika;

3. Sulit tumbuh dalam kultur jaringan dan tidak tahan terhadap eter;

4. Sulit tumbuh pada hewan percobaan kecil dan tidak membunuh mencit;

5. Mempunyai enzim reverse transcriptase;

6. Mempunyai berbagai jenis protein p100, p45, p33, p16 dan protein mayor p26 yang bereaksi silang dengan antigen dan antibodi virus BIV (bovine immunodeficiency virus) (Wilcox, 1997);

7. Menyebabkan immunodeficiency temporer yang ditandai dengan menurunnya daya tahan tubuh selama 2-4 bulan, menurunnya respon sel terhadap mitogen, menurunnya rasio sel CD4/CD8, menghilangnya sel-sel pembentuk antibodi, kebengkakan limpa dan kematian akibat infeksi sekunder;

8. Virus jembrana dapat tinggal dalam darah dan jaringan tubuh penderita dalam waktu yang cukup lama.

Pengobatan

Pengobatan dan pencegahan penyakit Jembrana belum ada, dikarenakan penyakit ini berasal dari virus. Namun, vaksinasi dapat dilakukan dengan menggunakan antigen dari hewan yang telah sembuh dari virus penyakit jembrana, dengan diambil serumnya (antigen).

Kemudian diinduksi pada hewan untuk meningkatkan antibodi atau kekebalan tubuhnya. Percobaan untuk menemukan antigen sebagai bahan utama vaksinasi virus penyakit jembrana dari virus yang tidak aktif sampai sekarang ini, masih mengalami kesulitan.

Sebab, vaksinasi pada virus jembrana ini hanya menekan durasi dan tingkat keparahan penyakit, sampai tingkat yang bervariasi/ tertentu saja.

Artikel Menarik Lainnya:

Original Source

Topik Menarik

{
{
{