Pesimis Anies Menang Pilpres, Pengamat: Apa Prestasinya sebagai Gubernur Jakarta?

Pesimis Anies Menang Pilpres, Pengamat: Apa Prestasinya sebagai Gubernur Jakarta?

Gaya Hidup | netralnews.com | Sabtu, 8 Oktober 2022 - 17:56
share

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar Komunikasi dan Pengamat Politik, Prof. Tjipta Lesmana, mempertanyakan prestasi Anies Baswedan selama menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Pertanyaan itu dilontarkan Prof Tjipta dalam diskusi politik terkait pencalonan Anies sebagai capres 2024 oleh Partai NasDem, dan isu soal adanya upaya penjegalan Anies oleh Ketua KPK Firli Bahuri lewat kasus Formula E.

"Sekarang orang manggil \'Anies, Anies\' (capres). Pertanyaannya apa prestasi Anies sebagai Gubernur Jakarta?" katanya dalam diskusi yang ditayangkan di kanal YouTube inilah.com, seperti dilihat Sabtu (8/10/2022).

Prof Tjipta menanyakan hal tersebut, karena menurutnya banyak persoalan di Ibu Kota yang tidak mampu dibereskan Anies, mulai dari masalah transportasi publik, kemacetan, banjir, hingga masalah polusi udara.

"Coba lihat, banjir semalam orang pada maki-maki semuanya. Lihat itu polusi, salah satu kota paling kotor di dunia polusi is Jakarta. Terus macet. Saya bingung, Anies mengatakan \'dunia Internasional memuji transportasi di Jakarta\', bulshit! bahkan macet dan makin gila transportasi di Jakarta ini," ungkapnya.

"Macet tiap hari, naik motor, naik mobil kesenggol macam-macam. itu tugas utama antara lain dari gubernur," sambung Prof Tjipta.

Atas berbagai persoalan di Ibu Kota yang belum beres itu, Prof Tjipta mengaku pesimis Anies Baswedan bisa menang di Pilpres 2024 mendatang. "Saya orang yang tidak optimis bahwa Anies akan menang dalam Pilpres 2024," ujarnya.

Prof Tjipta menambahkan, pendapatnya tersebut bukan berarti menunjukkan Anies sebagai pemimpin yang buruk. Pasalnya, ia juga menilai mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memiliki keunggulan di bidang lain, salah satunya bidang akademisi.

"Saya tidak mengatakan Anies very bad. Saya sejak awal mengatakan Anies tongkrongannya bagus sekali, visual expressionbagus, komunikasi politiknya bagus, dia Ph.D (Doctor of Philosophy) lulusan Amerika kok, bagus dia. Tapi begitu dia terjun ke lapangan, saya agak kecewa," tuturnya.

Selain soal kinerja dan kans Anies di Pilpres, Prof Tjipta Lesmana juga menyentil Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang terkesan terburu-buru mendeklarasikan Anies sebagai capres.

"Yang saya heran Pak Surya Paloh. Ini banyak yang muji-muji Surya Paloh, saya heran. Dia enteng ditanya oleh wartawan \'katanya 10 November akan diumumkan, kenapa hari ini?\', Surya Paloh Jawabnya enteng sekali \'hari ini hari baik,\' enteng begitu," ucap dia.

"Saya lantas bertanya-tanya sama teman-teman saya \'Surya Paloh ini kan join juga dengan PKS dan Demokrat, kok gak hadir? Ini kan kepentingan bersama dong. Kok gak hadir?\'. Bagi Surya Paloh ini \'pokoknya semau gue lha, gue mau begini ya begini,\' dia anggap enteng," tutur Prof Tjipta.

Dengan sikap demikian, Prof Tjipta berpendapat bahwa Surya Paloh bersama NasDem akan sulit memenangkan Anies di Pilpres 2024.

"Pertanyaan saya, Surya Paloh bertempur mana bisa menang, kan 20 persen (presidential threshold) mana menang. Ampe butek juga gak bisa menang Surya Paloh. Dia mesti join dong. Dia bilang gak perlu join macem-macem, bebas," sindirnya.

Bagi Prof Tjipta, harusnya deklarasi Anies sebagai capres pada Senin (3/10/2022) dihadiri oleh perwakilan PKS dan Demokrat, dua parpol yang disebut-sebut mendukung pencapresan Anies dan diprediksi bakal berkoalisi dengan NasDem.

"Kalau saya berpendapat alangkah lebih eloknya dua partai ada wakil hadir pada waktu itu (deklarasi Anies oleh NasDem)," tandasnya.

Meski demikian, Prof Tjipta menyampaikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Termasuk soal kans NasDem dan Anies untuk menang di Pilpres 2024.

"Saya tetap berpendapat bahwa politik adalah seni berkemungkinan, dalam politik segala kemungkinan bisa terjadi, dalam politik tidak ada yang tidak mungkin. Masih ada kejutan-kejutan lain (jelang Pilpres 2024)," pungkasnya.

Topik Menarik