Loading...
Loading…
Hebat, Mahasiswa Kedokteran ini Jadi Wisudawan Termuda Unisba

Hebat, Mahasiswa Kedokteran ini Jadi Wisudawan Termuda Unisba

Powered by BuddyKu
Gaya Hidup | Genpi | Rabu, 31 Agustus 2022 - 04:16

GenPI.co Jabar - Wisudawan termuda Unisba pada wisuda gelombang II di Aula Unisba , 27/8-28/8 jatuh kepada Malisya Desilian Triniangrum.

Lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Unisba tersebut lulus pada usia 20 tahun 8 bulan 11 hari dengan IPK 3,33.

Malisya masuk Unisba pada 2018 ketika usianya masih 16 tahun dan menempuh studi selama 4 tahun 1 bulan 8 hari.

Perempuan asal Sukabumi ini mengatakan, bisa lulus pada usia muda karena saat masuk SD usianya masih 5 tahun.

Umumnya, seseorang yang masuk SD harus berusia 6 sampai 7 tahun sehingga hal tersebut membuat Malisya bisa lulus lebih muda.

Selain itu, dia juga sempat mengikuti program akselerasi pada saat masuk SMP sehingga hanya sekolah selama 2 tahun.

Malisya yang lahir 16 Desember 2001 ini mengungkapkan, alasan memilih FK karena cita-citanya ingin menjadi dokter.

Selain itu, dia juga ingin mengikuti jejak dua kakaknya yang berhasil lulus di FK Unisba.

Menurut dia, apa yang diraih saat ini merupakan hasil kerja keras serta doa dari orang tuanya.

Rida Allah SWT bergantung ridho orang tua. Orang tua selalu menyemangati dan mendoakan karena tidak selalu berada diatas tapi terkadang ada waktunya down, jadi orang tua menjadi tempat pertama yang selalu support dan mendoakan kapan pun itu, ungkapnya, dikutip dari laman resmi Unisba, Selasa (30/8)

Malisya kecil memang sudah dididik dengan disiplin tinggi oleh kedua orang tuanya sehingga terbawa sampai kuliah.

Ayah Malisya merupakan polisi bernama AKBP (P). H. Makfud, SE., MM.,sementara Ibunya, Hj. Elis Sugiarti, S.Ag., SE., MM. merupakan wiraswasta

Orang tua benar-benar selalu mengingatkan jika anak-anaknya tidak ada di jalurnya dan tidak akan dibiarkan begitu saja. Sehingga apa yang orang tua mau dan harapkan, saya ikuti selagi mampu dan bisa ujarnya.

Selain itu, FK Unisba memiliki andil besar dalam perjalanannya menempuh pendidikan di kampus.

Dosen juga selalu mengingatkan kalau setiap angkatan harus selalu bareng satu sama lain. Sesama teman harus saling bantu, support dan menyemangati agar bisa lulus bersama, ungkapnya.

Bukan hanya itu, dia sangat senang dengan lingkungan kampusnya yang selalu mengutamakan kebersamaan dan solidaritas.

Jadi kalau misalkan kurang solid angkatanya, maka belum tentu saya ada diwisuda ini. Jadi kuncinya solid dan kebersamaannya saya rasakan selama 3,5 tahun ini. Kita tidak akan dibiarkan ketinggalan, sehingga kita bisa lulus bersama. Kita selalu ditekankan bahwa kita harus saling bareng dan solid dengan mengajarkan 3K (Kebersamaan Kesejawatan dan Kekeluargaan), ujarnya.

Sementara itu, alasan FK Unisba dipilih Malisya karena nilai-nilai keislaman yang dimiliki.

Penting sekali pembekalan Islam khususnya di Unisba. Sedari kecil orang tua selalu memberikan pengajaran agama Islam seperti diikutkan di sekolah mengaji, kelas akselerasi yang ada muatan menghafal Al Quran dan pengajaran agama Islam, pesantren, serta disekolahkan di SMA IT, ungkapnya.

Meski berhasil lulus tepat waktu, dia mengakui banyak sekali rintangan dan kesulitan yang harus dihadapi.

Ada capenya, ada juga enggal gampangnya. Banyak usaha dan ikhtiarnya, jadi senangnya juga ada. Setiap saat juga ada susahnya, ujarnya.

Kadang ada waktu down-nya, bahkan ada yang mau mundur. Jadi effort-nya yang harus naikin, juga semangat dan mood-nya. Benar-benar harus nangis dulu, cari semangat lagi buat gimana caranya. Alhamdulillah orang tua selalu support, ungkapnya.

Apalagi, lanjut dia, kondisi pandemi covid-19 membuatnya harus berkuliah secara daring.

Untuk praktek harus alat ada penunjang lain yang biasanya disediakan dari kampus, sedangkan kita masing-masing dirumah sehingga ada keterbatasan. Akan tetapi bukan berarti tidak ada praktek, jadi fakultas juga mencari cara untuk tetap bisa berjalan, ungkapnya.

Selanjutnya, dia akan ikuti alur untuk menjadi dokter seperti mengikuti profesi dokter (koas), internsip, lanjut ke Magister dan berencana mengambil spesialis, serta harapan berkeluarga.

Selama menjadi mahasiswa FK Unisba, Malisya aktif di BEM FK di bidang pengembangan minat dan bakat (PMB).

Selain itu ia juga aktif di kepanitiaan kegiatan FK seperti PPMB Fakultas, Medical Expo, perlombaan nasional dan lainnya. (*)

Simak video berikut ini:

Original Source

Topik Menarik

{