Misteri Batu Nisan Bentuk Kelamin di Makam Nabi Khalid, Dibangun Suku Asia Pemuja Seks
Misteri batu nisan berbentuk kelamin manusia di komplek makam Nabi Khalid, Iran mulai tersingkap.
Menurut catatan sejarah, makam misterius yang berada di kawasan perbatasan Iran dan Turkmenistan itu telah dibangun lebih dari 1.000 tahun yang lalu.
Dikutip dari Daily Star , makam yang terletak tepat di Bukit Gokcheh Dagh, Turkmen Sahra itu memiliki batu nisan dengan bentuk unik.
Bila kebanyakan batu nisan berbentuk gundukan bulat, kotak atau salib, maka batu nisan di sana berbentuk kelamin pria maupun wanita.
Menurut cerita yang diyakini warga setempat, makam misterius di dunia ini merupakan makam milik suku-suku Turkmen di Iran Timur Laut yang memimpin eksistensi nomaden.
Meski begitu, tak ada yang tahu sejak kapan pemakaman ini ada. Namun keterangan lain menjelaskan bahwa makam itu telah berumur lebih dari 1.000 tahun lalu.
Konon makam ini dibangun oleh orang Asia dan India yang menganut kepercayaan Phallus. Di mana menurut Oxford Dictionaries, Phallus berarti penis (khususnya saat ereksi).
Adapun menurut Britannica, Phallus atau Phallicism merupakan pemujaan terhadap prinsip generatif yang dilambangkan dengan organ seksual atau tindakan hubungan seksual .
Kegiatan keagamaan ini melibatkan seksualitas atau simbolisme organ seksual pria atau wanita.
Di mana bentuk-bentuk ritual seksual yang paling penting yaitu hubungan seksual yang diyakini dapat meningkatkan kesuburan.
Ritual yang melepaskan banjir energi kreatif dengan mendobrak batas dan dengan mengembalikan budaya ke keadaan awal dan kekacauan yang kuat (misalnya, pesta seks selama tahun baru ).
Terlepas dari itu, nisan berbentuk alat kelamin itu dipasang di atas kubur sebagai pertanda bagi jenis kelamin jenazah.
Nisan berbentuk alat kelamin laki-laki dipasang di makam laki-laki, begitu juga sebaliknya.
Sementara, pemberian nama Khalid Nabi Cemetery semata-mata karena lokasi makam ini berada dekat dengan makam besar milik Khalid bin Sinan.
Dia adalah seorang yang lahir di Yaman pada sekitar tahun 530, beberapa dekade sebelum kelahiran Nabi Muhammad.
Makam misterius di dunia ini mulai dikenal secara luas setelah situs ini dimuat dalam sebuah artikel sekitar tahun 1981.
Penulisnya adalah David Stronach, seorang arkeolog Skotlandia yang mengelola Institut Studi Persia Inggris di Teheran mulai tahun 1961.










