Mengenal PSHT, Organisasi Silat di Indonesia

Mengenal PSHT, Organisasi Silat di Indonesia

Gaya Hidup | BuddyKu | Rabu, 10 Agustus 2022 - 17:07
share

Akhir-akhir ini banyak sekali perbincangan tentang PSHT atau Persaudaraan Setia Hati Terate di media sosial. Hal ini terjadi setelah konvoi pejuang PSHT diduga telah berseteru dengan penduduk setempat di sejumlah lingkungan yang berbeda. Misalnya, saat konvoi di Malang, perselisihan antara PSHT dan warga setempat mengakibatkan tiga orang tewas.

Salah satu organisasi silat tertua di Indonesia mungkin adalah perguruan silat PSHT. Sebab, menurut sejarah, Ki Hadjar Hardjo Oetomo membentuk PSHT pada tahun 1922. Awalnya bernama Setia Hati Pencak Sport Club, PSHT (SH PSC). Pendiri PSHT, Ki Ngabehi Soerodiwiryo yang juga dikenal sebagai Eyang Suro, mengajar Ki Hadjar Hardjo Oetama.

Menurut situs resmi PSHT, kelompok itu kemudian dibubarkan setelah otoritas kolonial Belanda menuduhnya sebagai gerakan pemberontak. Selain itu, Ki Hadjar Hardjo dibuang ke Jember, Cipinang, dan Padangpanjang di Sumbar. Dia menciptakan kembali SH PSC setelah meninggalkan pengasingan, mengubah nama dari "pencak" menjadi "pemuda," dalam upaya untuk menghentikan pembubaran Belanda.

Atas saran Soeratno Soerengpati, seorang tokoh penting dalam revolusi Indonesia, nama SH PSC kemudian diubah menjadi Setia Hati Terate pada tahun 1942. SH Terate pada saat itu bukanlah sebuah organisasi; itu hanya sebuah perguruan tinggi. Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate yang diketuai oleh Soetomo Mangkoedjojo mengambil alih perguruan tinggi SH Terate tidak sampai tahun 1948. Berdasarkan kesimpulan konferensi yang diadakan di rumah Ki Hadjar Hardjo di desa Pelangbango, Madiun, Jawa Timur, perubahan ini dilakukan. Oetomo Mangkoewidjojo dan Darsono menjabat sebagai wakil dan menjabat sebagai ketua PSHT saat itu.

M. Irsyad terus menjabat sebagai pemimpin PSHT pada tahun 1950. Ada berbagai alat bantu pelatihan lain yang tersedia pada periode ini, termasuk 90 latihan, gerakan belati, dan gerakan toya. PSHT tumbuh cukup cepat di bawah RM Imam Koesoepangat (1974) hingga memiliki puluhan juta anggota dari seluruh dunia. Mengikuti Imam Koesoepangat, Tarmidji Boedi Harsono, SE, memimpin PSHT pada tahun 1981. Tarmidji mendirikan Yayasan Setia Hati Terate pada masa kepemimpinannya untuk menjaga aset PSHT.

PSHT mengalami transformasi struktural sejak 2016 hingga 2021 di bawah arahan M Taufiq. Taufiq mengatakan, seharusnya sektor pengabdian masyarakat secara langsung mempengaruhi masyarakat setempat. PSHT saat ini digunakan di sejumlah negara, antara lain Belanda, Prancis, Belgia, Jerman, dan Amerika Serikat, selain Indonesia.

BINT#3

Topik Menarik