Loading...
Loading…
Viral Video Ketua Kompolnas yang Terkesan Bela Ferdy Sambo, Kapolri Diminta Periksa Benny Mamoto: Bapak Ini Sudah..

Viral Video Ketua Kompolnas yang Terkesan Bela Ferdy Sambo, Kapolri Diminta Periksa Benny Mamoto: Bapak Ini Sudah..

Powered by BuddyKu
Gaya Hidup | populisid | Senin, 08 Agustus 2022 - 13:53

Kasus kematian Brigadir J kembali ramai usai adanya pengakuan berbeda dari Bharada E yang disampaikan oleh pengacara barunya, Deolipa Yumara.

Menurut Deo, pernyataan Bharada E sebelumnya kepada pihak kepolisian dan yang lainnya merupakan keterangan palsu.

Baca Juga: Keterangan Bharada E Disetir Pimpinan, Pengacara Ungkap Skenario yang Disepakati: Dia Bilang Ditembak Brigadir J, Ternyata..

Hal itu karena Deo mengungkap bahwa Bharada E menembak Brigadir J karena ada perintah dari atasan.

Di tengah ramainya pengakuan kuasa hukum Bharada E tersebut, publik kembali menyoroti pernyataan Ketua Harian Kompolnas, Irjen (Purn) Benny Mamoto, yang sebelumnya menyebut tidak ada kejanggalan dalam kasus penembakan Brigadir J.

Salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau Gus Umar, kemudian mengunggah potongan video pernyataan Benny mengenai insiden kematian Brigadir J tersebut.

Dalam video yang diunggah Gus Umar, Benny mengaku bahwa dirinya mendengar keterangan langsung dari tim penyidik mengenai peristiwa yang menewaskan Brigadir J itu.

Kebetulan saya tadi turun langsung mendengar dari tim penyidik di Polres Jakarta Selatan. Saya perlu turun karena banyak silang informasi yang membuat bingung masyarakat, ucap Benny dalam video itu.

Ia juga menegaskan kalau insiden itu terjadi karena dilatarbelakangi oleh pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Kasus ini memang berawal dari terjadinya pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J. Dia masuk ke kamar, kemudian istri Kadiv Propam teriak, Bharada E itu dengar, langsung turun untuk mengecek ada kejadian apa, tuturnya.

Baca Juga: Besok! LPSK Akan Lakukan Pemeriksaan Psikologis Putri Chandrawathi

Benny melanjutkan, Setelah turun, ternyata ditemui di situ ada Brigadir J yang justru malah menodongkan senjata kemudian melakukan penembakan. Terjadilah tembak menembak yang akhirnya Brigadir J meninggal dunia.

Selain itu, Benny juga menjelaskan bahwa tembakan Brigadir J meleset karena dirinya panik dan kaget setelah perilakunya ketahuan oleh Bharada E. Tembakannya juga terhalang oleh tangga.

Sedangkan untuk Bharada E, Benny menyebut ia bisa fokus sehingga bisa mengarahkan senjatanya dengan benar ke arah Brigadir J.

Mendengar pernyataan Benny tersebut, Gus Umar pun menyolek Kapolri, Listyo Sigit Prabowo.

Ia meminta Polri untuk memeriksa Benny karena telah mendahului penyidik dalam memberikan keterangan mengenai kasus kematian Brigadir J.

Ayo pak @ListyoSigitP tolong periksa bapak ini krn sdh duluan memberikan keterangan sblm ada keterangan resmi dr Mabes Polri, ujarnya dikutip Populis.id dari cuitan akun @UmarHasibuan77 yang diunggah pada Minggu (7/8/2022).

Baca Juga: Soal Rencana Roy Suryo untuk Mengajukan Penangguhan Penahanan, Polda Metro Jaya: Permohonan Tersebut Memang...

Video yang sudah ditonton lebih dari 33 ribu kali itu kemudian menimbulkan berbagai macam reaksi dari netizen.

Banyak warganet mengecam pernyataan Benny yang seakan membela Ferdy Sambo, bahkan ada seruan untuk mencopot jabatan petinggi Kompolnas atau membubarkan lembaga itu.

Ayo pak @ListyoSigitP tolong periksa bapak ini krn sdh duluan memberikan keterangan sblm ada keterangan resmi dr Mabes Polri. pic.twitter.com/4gXd0mzwEs

Haji Umar Hasibuan (@UmarHasibuan77) August 7, 2022
Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{
{