Syarief Hasan BNI Cetak Laba Cambuk Perbaikan Kinerja

Syarief Hasan BNI Cetak Laba Cambuk Perbaikan Kinerja

Gaya Hidup | BuddyKu | Selasa, 2 Agustus 2022 - 19:49
share

Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan ikut mengapresiasi kinerja positif yang dicatat Bank BNI. Sepanjang semester pertama 2022, jumlah kredit yang disalurkan sebanyak Rp 620,42 triliun, tumbuh sebesar 8,9 persen year on year .

Tren ini juga terlihat dalam pertumbuhan kuartal, dimana pada kuartal kedua 2022, angka pencairan kredit sebesar Rp 74,3 triliun, lebih tinggi ketimbang kuartal kedua 2021 yang hanya sebesar Rp 59,3 triliun.

Bahkan yang lebih membanggakan, tren pertumbuhan positif ini terjadi di semua segmen ekonomi.

Apresiasi tentu kita berikan kepada segenap jajaran BNI yang telah mendongkrak kinerja bank BUMN ini. Ini adalah prestasi membanggakan, apalagi kita belum sepenuhnya lepas dari ancaman Covid-19, kata Syarief dalam keterangannya, Selasa (2/8).

Dengan tren pertumbuhan positif ini, Syarief mengharapkan fungsi perbankan sebagai lembaga intermediasi dapat lebih optimal.

Selaku usaha dan masyarakat pada umumnya membutuhkan suntikan modal untuk membuka dan mengembangkan kapasitas usahanya. Perbankan yang sehat menjadi salah satu indikator sehatnya perekonomian negara, tutur Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden SBY ini.

Lebih lanjut Politisi Senior Partai Demokrat ini menyatakan bahwa membaiknya angka penyaluran kredit menjadi salah satu bukti semakin inklusifnya sektor keuangan.

Ini berarti semakin besar kredit yang disalurkan, maka penerima manfaat, dalam hal ini korporasi maupun UMKM mendapatkan modalitas yang lebih baik dalam berusaha.

Dengan demikian, pemerataan ekonomi akan lebih membaik, serta akses finansial bagi wirausahawan, terutama wirausahawan muda juga semakin terjamin.

Apa yang telah dicapai oleh Bank BNI ini seharusnya menjadi cambuk dan portofolio bagi BUMN-BUMN lainnya. Di tengah kesulitan dan ancaman pandemi, BNI mampu menggeliat menunjukkan kinerja yang positif.

Ini juga sekaligus perlu diatensi kita bersama bahwa BUMN tetap dapat mencetak laba, tanpa harus intervensi negara berlebihan. Oleh karenanya, ini menjadi tantangan dalam menghadapi persaingan ekonomi ke depan, kata Syarief.

Topik Menarik