Penulis: Inas Rifqia Lainufar6 Keunikan Rumah Adat Honai, Sudah Tahu?
JAKARTA, iNews.id - Keunikan rumah adat Honai tercermin dari bentuk, fungsi, hingga nilai filosofisnya. Rumah ini dikenal di kalangan masyarakat Indonesia sebagai rumah adat Papua.
Di Papua sendiri, rumah Honai menjadi tempat tinggal bagi masyarakat suku Dani yang berada di Lembah Baliem, Pegunungan Tengah.
Bentuknya yang bundar dan terbuat dari jerami menjadikan rumah ini begitu mudah diingat karena keunikannya.
Lantas, apa saja keunikan lain dari rumah adat Honai? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Keunikan rumah adat Honai
1.Dibangun dengan bahan alami
Jika melihat tampilan luar rumah Honai, tentu kita akan menyaksikan bahwa rumah tersebut dibangun dengan material alam yang masih sangat tradisional.
Atapnya terbuat dari kayu yang di dalamnya terdapat alang-alang, jerami, dan rumput. Sedangkan dindingnya berasal dari papan cincang yang dibentuk meruncing.
Tiang penyangga rumah Honai juga terbuat dari kayu balok.
Seluruh material tersebut disambungkan dengan cara diikat menggunakan tali rotan, akar pohon, atau sulut.
Di bagian dalam rumah, terdapat alas tempat tidur yang terbuat dari lokop atau pindei yang bentuknya hampir mirip dengan bambu kecil.
2.Didirikan dengan bentuk melingkar
Selain terbuat dari material alam, rumah Honai didirikan dengan bentuk melingkar. Pucuk atapnya juga terlihat sangat unik karena dibentuk melengkung dan sedikit tumpul.
Bentuk melingkar inilah yang menjadi ciri khas rumah Honai.
Namun khusus rumah Wamai atau bangunan untuk kandang ternak, bentuknya bisa berupa melingkar atau persegi panjang.
3.Tidak mempunyai jendela
Keunikan lain dari rumah Honai adalah tidak ditemukannya jendela di bagian dinding atau bagian-bagian yang lain. Hanya ada satu buah pintu dari rumah yang luasnya hanya sekitar 5 meter dengan tinggi 2,5 meter tersebut.
Bukan tanpa alasan, tidak adanya jendela di rumah Honai dimaksudkan agar kondisi di dalam rumah tetap hangat tanpa terkena udara di malam hari.
Di dalamnya bahkan biasanya akan ditemukan api unggun untuk menjaga suhu tetap hangat.
4.Rumah serbaguna
Selain menjadi hunian atau tempat tinggal, Honai ternyata juga memiliki fungsi lain. Meskipun tidak begitu luas, Honai kerap digunakan sebagai tempat berkumpul warga untuk bermusyawarah dan merencanakan strategi perang.
Tak hanya itu, Honai juga dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan hasil ladang, alat-alat perang, hingga simbol adat suku Dani.
Honai yang serbaguna ini bahkan digunakan untuk melakukan pengasapan terhadap mayat yang diawetkan atau mumi dari tokoh-tokoh berpengaruh di kalangan masyarakat setempat.
5.Simbol persatuan dan kesatuan
Meskipun hanya sebuah rumah, Honai memiliki nilai filosofis yang sangat mulia. Rumah ini menjadi simbol persatuan dan kesatuan yang harus terus dipegang oleh generasi berikutnya.
Hal ini tercermin pada saat pembangunan, yang mana Honai didirikan secara bergotong royong oleh masyarakat setempat. Posisi pintu yang dihadapkan timur juga memiliki maksud tersendiri, yakni agar orang-orang selalu waspada terhadap bahaya dan serangan dari musuh.
6.Honai berbeda dengan Ebei
Sebenarnya, Honai merupakan rumah bagi para lelaki yang tidak boleh dihuni oleh para perempuan. Nama Honai sendiri bahkan berasal dari kata Hun yang berarti laki-laki dan Ai yang artinya adalah rumah.
Sebaliknya, Ebei adalah rumah bagi para wanita sehingga laki-laki tidak boleh menghuninya. Karena dihuni oleh para lelaki, Honai dibuat lebih tinggi dibandingkan dengan Ebei. Nah, itu tadi sederet keunikan rumah adat Honai. Karena kekhasan bentuknya, banyak rumah-rumah modern di perkotaan saat ini yang didesain menyerupai rumah Honai.










