Loading...
Loading…
Kelurahan Pejeruk Kelola Sampah dengan Cerdas

Kelurahan Pejeruk Kelola Sampah dengan Cerdas

Powered by BuddyKu
Gaya Hidup | LombokPost | Rabu, 20 Juli 2022 - 07:23

MATARAM -Kelurahan Pejeruk memanfaatkan sampah yang ada di lingkungan menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Sampah plastik kita kerja sama dengan pengepul di Lingkungan Kebon Bawak. Jadi sampah plastik yang dipilah di rumah tangga akan kita bawa ke sana, kata Lurah Pejeruk Lalu Bagus Afriady.

Sementara untuk sampah organik akan dibawa ke Mataram Maggot Center (MMC) di Kebon Talo oleh operator. Ini kita kerja samakan. Semuanya sudah kita atur, tambah Bagus, sapaan karibnya.

Kelurahan Pejeruk memiliki 11 unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah. Lingkungan yang padat penduduk seperti Kebon Bawak memiliki dua unit roda tiga. Sedangkan lingkungan lainnya satu unit.

Tergantung jumlah penduduk. Kalau padat biasanya dua unit roda tiga disiapkan, ucapnya.

Dikatakan, operator roda tiga pengangkut sampah di lingkungan biasanya membawa sampah ke TPS sekali dalam sehari.

Kata dia, sampah yang dihasilkan di Kelurahan Pejeruk sekitar satu ton. Bagus ingin warga bisa memanfaatkan sampah dengan adanya pemilahan sekarang ini. Paling tidak sampah plastik yang dipilah bisa disulap menjadi barang yang berharga.

Kalau endak mau dibuat menjadi barang yang berharga, bisa dijual ke pengepul, terangnya.

Saat ini kata dia, pihaknya belum bisa membudidayakan maggot dari sampah organik. Meski begitu pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait budidaya maggot di kelurahan yang padat permukiman ini.

Menurutnya, bau yang akan ditimbulkan pada budidaya maggot tidak akan menjadi kendala. Katanya ada obat menghilangkan bau tidak sedap dari sampah, jelasnya.

Untuk itu dia berencana akan melakukan budidaya maggot pada 2023 mendatang. Sekarang sampah organik kita bawa ke MCC dulu, pungkasnya.

Mansur, seorang warga sekitar mengatakan, ingin Kelurahan Pejeruk bebas dari sampah. Terutama di pedestrian Sungai Jangkuk tidak ada sampah berserakan. Kami ingin warga bisa menjaga kebersihan di pedestrian Sungai Jangkuk, ujarnya.

Menurutnya, pedestrian sepanjang Sungai Jangkuk ini cukup indah. Jadi jika banyak sampah tentu kawasan ini akan kumuh. Kalau kumuh percuma ditata pedestrian ini, pungkasnya. (jay /r3 )

Original Source

Topik Menarik