Mengenal Telogen Effluvium, Fase Rambut Rontok Sementara Akibat Stres!
Sudah bukan rahasia lagi, stres memang dapat menjadi salah satu faktor penyebab berbagai masalah di tubuh kita. Mulai dari munculnya masalah jerawat, pencernaan, pemicu gangguan jantung, hingga tekanan darah tinggi. Tak hanya itu, kamu pasti pernah bukan mengalami masalah rambut rontok yang cukup parah ketika sedang stres, entah itu secara fisik maupun mental? Ternyata hal itu wajar terjadi dan kerap dikenal sebagai telogen effluvium. Bagaimana bisa? Ini penjelasannya!
Apa itu telogen effluvium?

Jika diartikan satu per satu, telogen sendiri artinya fase istirahat rambut sebelum rontok dan effluvium berasal dari Latin, yakni effluere atau mengalir ke luar. Melansir Healthline , telogen effluvium (TE) dianggap sebagai bentuk kerontokan rambut paling umum kedua yang didiagnosis oleh dokter kulit. Hal ini terjadi ketika ada perubahan jumlah folikel rambut (tempat tumbuhnya rambut). Bagaimana perubahan jumlah folike rambut tersebut bisa terjadi?
Nah, menurut laporan yang dimuat di Journal of Clinical and Diagnostic Research , telogen effluvium lebih kerap terjadi pada wanita dan biasanya dipicu oleh gangguan pada siklus rambut. Siklus rambut sendiri dibagi menjadi 3, yakni siklus anagen atau fase pertumbuhan, siklus katagen atau fase transisi, dan siklus telogen atau fase istirahat.
Sesuai namanya, telogen effluvium sendiri terjadi pada siklus telogen atau fase istirahat. Mudahnya, kondisi ini diawali dengan melambatnya siklus anagen atau pertumbuhan. Maka, lebih sedikit juga rambut yang masuk ke dua tahap berikutnya. Dengan begitu, sekitar 30% folikel rambut yang bergerak ke fase telogen mengalami masalah dan terjadilah kerontokan rambut. Perlu diketahui, rambut yang sudah tumbuh dan masuk di fase istirahat seharusnya hanya berhenti bertumbuh saja dan tak rontok, ya.
Penyebab dan perawatannya

Jika berbicara mengenai penyebabnya, telogen effluvium sendiri bisa disebabkan oleh banyak hal. Pertama, kondisi ini banyak disebabkan oleh perasaan stres yang berkepanjangan dan terjadi 3 bulan setelah peristiwa yang membuat stres.
Lalu, bisa juga disebabkan oleh diet yang buruk karena kekurangan nutrisi penting, seperti protein, zat besi, vitamin B, dan zinc . Penyebab lainnya juga berasal dari efek samping kehamilan, melahirkan, menopause, konsumsi obat-obatan tertentu, kondisi kesehatan khusus, operasi, dan lain sebagainya.
Dengan beragam penyebab tersebut, perawatan untuk telogen effluvium sendiri juga tergantung pada apa yang memicu kerontokan tersebut. Setelah pemicu telah diketahui dan diatasi, maka siklus rambut akan menjadi normal dan rambut akan mulai tumbuh kembali. Oleh karena itu, banyak para penyintas Covid-19 yang mengalai telogen effluvium ini. Setelah beberapa lama, kondisi rambut pun bisa kembali tumbuh seperti semula.
Kamu sendiri, apakah pernah mengalami kondisi telogen effluvium? Jika memang kondisi ini tak kunjung membaik, sebaiknya segera lakukan perawatan ke pihak profesional, seperti dermatolog, ya!










