Loading...
Loading…
Tata Cara Puasa Dzulhijjah Lengkap dengan Niat, Waktu, dan Keutamaannya

Tata Cara Puasa Dzulhijjah Lengkap dengan Niat, Waktu, dan Keutamaannya

Powered by BuddyKu
Gaya Hidup | Okezone | Rabu, 29 Juni 2022 - 18:33

TATA cara puasa Dzulhijjah lengkap dengan niat, waktu, dan keutamannya sangat penting diketahui setiap Muslim. Sebab di puasa dan amalan lainnya di bulan Dzulhijjah akan mendapat balasan berlipat ganda dari Allah Subhanahu wa ta'ala.

Diketahui bahwa Dzulhijjah merupakan bulan ke-12 dalam kalender hijriah. Tersimpan keutamaan besar di balik bulan ini. Dzulhijjah masuk kategori bulan mulia atau al-asyhur al-hurum bersama bulan Dzulqa'dah, Muharram, dan Rajab.

Pada waktu-waktu di bulan Dzulhijjah ini Allah Subhanahu wa ta'ala menjanjikan pahala berlipat ganda atas setiap amalan. Begitu sebaliknya, Allah Ta'ala memberikan ancaman berlipat pula atas setiap dosa yang diperbuat manusia.

Nah, bagaimana tata cara puasa Dzulhijjah lengkap dengan niat, waktu, dan keutamannya?

Dihimpun dari laman Rumaysho , Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal M.Sc menjelaskan tata cara puasa Dzulhijjah tidak berbeda dengan puasa di bulan Ramadhan dan puasa sunah lainnya.

Dimulai dari waktu subuh sampai magrib. Kemudian adanya niat, menahan diri dari makan dan minum, menahan diri dari hubungan intim (jimak), serta menahan diri dari muntah dengan sengaja.

Baca Juga :
Puasa Arafah dan Tarwiyah 2022: Ini Jadwal, Niat, Tata Cara, serta Keutamaannya

Kemudian niat puasa Dzulhijjah dimulai sejak malam hari. Batasan waktu niat sampai sebelum masuk waktu subuh. Jadi selepas maghrib sudah bisa langsung berniat dalam hati untuk puasa besok.

Jika belum sempat niat dan bangunnya usai imsak atau subuh, bisa langsung berniat puasa sunah dengan catatan belum makan, minum, atau mengerjakan hal-hal yang bisa membatalkan puasa.

Niat berarti al-qashdu atau keinginan. Niat puasa adalah keinginan untuk berpuasa. Letak niat di dalam hati, tidak cukup dalam lisan, tidak disyaratkan melafazkan niat. Berarti niat di dalam hati saja sudah teranggap sahnya.

Ulama besar Muhammad Al Hishni berkata:

"Puasa tidaklah sah kecuali dengan niat karena ada hadis yang mengharuskan hal ini. Letak niat adalah di dalam hati dan tidak disyaratkan dilafazkan." (Lihat kitab Kifayah Al-Akhyar, halaman 248)

Adapun perintah dan keutamaan puasa Dzulhijjah berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam:

"Tidak ada satu amal salih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal salih yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah)." Para sahabat bertanya, 'Tidak pula jihad di jalan Allah?' Nabi Shallallahu alaihi wassallam menjawab, 'Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satu pun'."

Baca Juga :
Niat Puasa Arafah Lengkap Waktu Pelaksaan Hingga Keutamaannya

(HR Abu Dawud nomor 2438, At-Tirmidzi 757, Ibnu Majah 1727, dan Ahmad 1968, dari Ibnu Abbas. Syekh Al Albani mengatakan hadis ini sahih. Syekh Syu'aib Al Arnauth mengatakan sanad hadis ini sahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim)

Mengenai hadis tersebut, Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, "Sepuluh hari awal Dzulhijjah seluruhnya adalah hari yang mulia dan dimuliakan, di dalamnya dilipatgandakan (pahala) amalan dan disunnahkan bersungguh-sungguh ibadah pada waktu tersebut." (Al Mughni, 4: 443)

Original Source

Topik Menarik