Sosok di Balik Terciptanya Aroma Parfum, Ini Serba-serbi Tentang Seorang Perfumer
Pernahkah kamu bertanya-tanya, bagaimana proses di balik pembuatan parfum hingga mampu menciptakan suatu aroma tertentu? Hal tersebut tentu tak lepas dari campur tangan seorang ahli pembuat parfum atau kerap disebut sebagai perfumer. Meski industri parfum kian diminati hingga kini, banyak orang mungkin masih awam dengan salah satu profesi ini.
Well, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sosok di balik terciptanya aroma parfum, berikut serba-serbi mengenai perfumer yang perlu kamu tahu!
Profesi paling menantang dalam industri Flavours & Fragrances

Sumber: Careers 550
Sebelum membahas lebih jauh, kamu perlu mengetahui lebih dulu apa itu perfumer. Melansir Next Generation Careers , perfumer merupakan seorang ahli yang menciptakan komposisi dan perasa parfum. Perfumer bahkan dianggap sebagai profesi paling menantang di industri Flavours and Fragrances.
Pasalnya, seorang perfumer harus memiliki pengetahuan yang luas dan dalam tentang berbagai macam bahan wewangian dan baunya. Selain itu, perfumer juga harus mampu membedakan masing-masing bahan wewangian, entah itu sendiri atau jika dikombinasikan dengan wewangian lainnya.
Tak kalah penting, pemahaman tentang kimia juga diperlukan oleh perfumer untuk menguraikan sifat dan reaktivitas bahan saat membuat wewangian. Lantas, dengan pengetahuan yang luas tersebut, apa sebenarnya tugas utama seroang perfumer? Tugasnya sendiri tak lain adalah meneliti dan bereksperimen dengan berbagai jenis aroma.
Mereka akan diminta untuk terus mengembangkan formula agar menghasilkan aroma yang berbeda-beda. Tak hanya parfum, mereka juga bisa menambahkan wewangian tersebut ke beragam produk lain, mulai dari penyegar udara mobil, antiperspiran, sabun cuci, produk perawatan pribadi, dan masih banyak lagi.
Dimulai dari gelar di bidang kimia, ini cara menjadi perfumer

Tertarik untuk menjadi perfumer, namun tak tahu bagaimana caranya? Well, untuk menjadi pembuat parfum, seseorang harus memiliki setidaknya gelar di bidang kimia . Akan lebih baik lagi jika memiliki gelar master atau doktor, karena dapat meningkatkan peluang bekerja di perusahaan parfum lebih besar.
Nah, setelah memiliki gelar tersebut, seseorang masih harus melalui masa pelatihan . Proses pelatihannya cukup intens dan ketat, serta membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikannya. Hal tersebut wajib dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam tentang industri ini dan menjadi ahli. Selain itu, kamu juga bisa memulai karier sebagai perfumer dengan melakukan magang lebih dulu di sebuah perusahaan wewangian.
--------------------------------------- SPLIT PAGE ---------------------------------------

Sumber: www.isipca-school.com
Melansir dari American Society of Perfumers, pelatihan yang dilakukan tersebut di antaranya mempelajari ratusan bahan alami dan sintetis, serta menghafalkannya berdasarkan bau dan kategorinya yang spesifik.
Nah, setelah penguasaan memori penciuman ini tercapai, calon perfumer harus mampu menciptakan kombinasi wewangian yang sederhana dan kompleks. Mulai dari mengombinasikan, menyeimbangkan, dan memadukan bahan mentah dengan cara yang mudah diingat dan unik. Dengan begitu, wewangian baru bisa dikembangkan.
Berkat semakin berkembangnya industri Flavours and Fragrances ini, beberapa institut parfum pun sudah tersedia. Mulai dari ISIPCA Paris, GIP (Gresse Institure of Perfumery), atau institusi pendidikan yang menyediakan kelas perfumery seperti Advanced Perfumery dan Art & Business of Perfumery di Pratt Institute, Amerika.
Prospek kerja dan rata-rata penghasilan sebagai perfumer

Sumber: Evening Standard // Dior\'s Head Perfumer
Pertanyaan selanjutnya yang mungkin terngiang-nginang di pikiranmu jika ingin menjadi perfumer pasti tak jauh-jauh dari prospek kerja dan penghasilannya, bukan? Salah satu laporan analisis pasar yang diluncurkan oleh Grand View Research mengatakan bahwa pada 2018, persentase pasar parfum global adalah 31,4 miliar USD dan diperkirakan akan berkembang pada CAGR (tingkat pertumbuhan tahunan majemuk) 3,9% dari 2019 hingga 2025, mencapai 40,91 miliar USD.
Melalui data tersebut, dapat disimpulkan bahwa bekerja di industri wewangian memiliki prospek yang cukup menjajikan, terutama sebagai seorang perfumer. Untuk penghasilannya sendiri, belum ada laporan mengenai rata-rata gaji bagi perfumer di Indonesia. Meski begitu, berdasarkan perhitungan dari Comparably, rata-rata gaji seorang perfumer di Amerika yakni 49,077 USD atau sebesar Rp720 juta lebih per tahun.
So, kamu tertarik untuk menjadi seorang perfumer?










