Loading...
Loading…
Anggota Polres Tator Terancam Dilapor Propam, Diduga Terlibat Kasus Sewa Dump Truk

Anggota Polres Tator Terancam Dilapor Propam, Diduga Terlibat Kasus Sewa Dump Truk

Powered by BuddyKu
Gaya Hidup | Pedoman Media | Kamis, 09 Juni 2022 - 11:27

TATOR, PEDOMANMEDIA - Seorang anggota Polres Tana Toraja terancam dilapor ke Propam Polda Sulsel. Polisi berinisial Brigadir Yu itu dilaporkan dalam kasus sewa menyewa kendaraan dump truk dalam proyek Bandara Toraja.

Menurut korban JD, sebelumnya Yu menyewa dump truk miliknya untuk proyek Bandara Toraja. Namun sudah 5 (lima) tahun Yu tidak membayar sewa.

Berdasarkan surat pernyataan tanggal 16 Februari 2016 yang ditandatangani Yu disebutkan, sewa kontrak dihitung per bulan sebesar Rp6.000.000,- (Enam Juta Rupiah) dan akan dibayar secara teratur, tepat waktu dan tepat jumlah pada setiap akhir bulan berjalan.

"Sewa kontrak Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 01 Maret 2016 untuk jangka waktu tidak ditentukan. Kemudian pada akhir sewa kontrak diakhiri, mobil harus dikembalikan dalam keadaan utuh dan baik," demikian bunyi petikan surat pernyataan tersebut.

Yu yang konon berpangkat Brigadir, ketika dikonfirmasi lewat handphone, baru-baru ini, mengatakan, mobil truk yang disewa kontrak itu sudah tidak ada. Ia mengakui sewa kontrak memang belum ia bayarkan.

Ia beralasan, mobil tersebut juga raib. Menurut Yu, mobil itu ditarik dealer Amanah dari Mamuju.

Awak media mencoba meminta foto fisik mobil dan plat nomor polisinya, namun belum berhasil. Tujuannya mengecek muasal mobil untuk mengetahui kebenarannya apakah mobil itu memang kreditan atau bukan.

Masih dilakukan penelusuran lebih jauh. Pihak JD sendiri bermaksud akan melaporkan kasus ini ke pihak Kepolisian. Yu merespons ancaman itu. Ia mempersilakan JD melapor.

"Tidak ada masalah jika dilaporkan. Sy Ndak ada masalah," ujarnya via WA.

Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol H Agoeng Adi Koerniawan ketika dihubungi, via WA, baru-baru ini, mempersilakan korban melaporkan kasus tersebut.

"Silakan laporkan ke Reskrim untuk pidananya," kata Kabid Propam.

Sedang laporan etiknya jika ada, ke Propam. Dan pasti akan diproses jika memang dilaporkan.

"Kalau dilaporkan ya pasti diproses," tegasnya.

Original Source

Topik Menarik