Loading...
Loading…
Pakar: Deteksi Dini Kanker Payudara Itu Penting, Jangan Tunggu Ada Gejala!

Pakar: Deteksi Dini Kanker Payudara Itu Penting, Jangan Tunggu Ada Gejala!

Gaya Hidup | herstory | Selasa, 07 Juni 2022 - 11:12

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo , SpPD, KHOM, FINASIM, FACP., mengimbau para wanita agar tak takut berkonsultasi ke dokter jika menemukan benjolan yang tak biasa di payudaranya.

Prof. Aru bilang, benjolan pada payudara wanita sendiri belum tentu kanker. Tapi, agar kita bisa mendapatkan clue yang tepat, terkait mana benjolan yang harus dicurigai sebagai suatu kanker atau bukan, adalah dengan memeriksakannya ke dokter.

"Kalau sudah sampai sakit, (benjolan) sudah teraba di berbagai tempat, stadium sudah tinggi. Ini gunanya kita lakukan deteksi dini," kata Prof. Aru, kepada HerStory , baru-baru ini.

Prof. Aru bilang, deteksi dini kanker payudara bisa melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Dan, waktu terbaik melakukan SADARI yakni satu minggu sampai 10 hari setelah periode menstruasi berakhir.Lebih lanjut, kata dia, apabila sudah memastikan adanya benjolan, sebaiknya lakukan pemeriksaan payudara secara klinis (SADANIS) dengan tenaga medis.

Sayangnya, Prof. Aru, banyak pasien kanker payudara yang datang terlambat ke dokter. Kasus yang banyak terjadi yaitu, sel kanker telah menyebar dan khawatir menyebar ke organ tubuh lain jika payudara tak segera diangkat.

Kecenderungannya sekarang kan wanita itu udah takut duluan. Jadi yang penting kita kalau menemukan ada kelainan di payudara, segera ke dokter. Jangan takut deteksi dini intinya, karena itu penting. Kalau kita biarkan dan larut dalam ketakutan, ini kanker gak akan sembuh sendiri. Semakin kita biarkan akan semakin sulit diobati, tegas Prof. Aru.

Lantas, bagaimana membedakan benjolan normal dengan benjolan kanker payudara ?

Dikatakan Prof. Aru, untuk membedakannya benjolan kanker atau benjolan biasa dilihat dari ukurannya. Jika semakin hari makin membesar, maka harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kemudian, perlu diketahui bahwabenjolanyang keras, tak dapat digerakkan, permukaannya tidak rata, tidak sakit, dan tumbuh dengan cepat biasanya merupakanbenjolanyang berbahaya (tumor ganas). Jika menemukanbenjolan sepertiini, saran Prof. Aru, segerlah periksakan diri ke dokter.

Memang kalau kita mau tahu pasti, kita harus punya data dulu, misalnya kita USG 3D dan kita raba, itu jadi patokan, kata Prof. Aru.

Lebih lanjut, Prof. Aru menuturkan bahwa 15 persen dari kasus kanker disebabkan oleh faktor keturunan, sementara sisanya (85 persen) adalah gaya hidup dan pilihan.

Ingat, kita bisa mengubah faktor-faktor lain yang merupakan gaya hidup dan pilihan. Jalani pola hidup sehat, jangan minum alkohol, jangan merokok juga. Itu hal penting untuk mencegah. Jangan macem-macem lah. Dengan menghindari faktor-faktor ini, risiko kanker pun akan menjadi semakin kecil, tegas Prof. Aru.

Nah Beauty, jangan segan untuk melakukan pengecekan payudara secara rutin ya, kan demi kebaikan kamu juga. Semoga informasinya bermanfaat!

Original Source

Topik Menarik

{
{
{