Menengok Kampung Kupat Tahu di Padalarang, Melegenda sejak Era Kemerdekaan

Menengok Kampung Kupat Tahu di Padalarang, Melegenda sejak Era Kemerdekaan

Gaya Hidup | BuddyKu | Sabtu, 4 Juni 2022 - 23:45
share

BANDUNG BARAT, celebrities.id - Kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memiliki ciri khas kudapan kuliner lokal yang sudah cukup dikenal, yakni kupat tahu dengan kuah santan merah, dilengkapi mi soun.

Pecinta kuliner bisa mendatangi Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang. Di kawasan ini terdapat puluhan jongko penjual Kupat Tahu Padalarang. Biasanya sangat mencolok saat pagi hari. Sebab banyak warga yang beli dibungkus atau makan di tempat untuk sarapan.

Saking banyaknya, kawasan ini bisa dikatakan seolah menjadi sentra atau kampung kupat tahu di KBB.

Penjual kupat tahu yang cukup dikenal adalah Kupat Tahu Padalarang 99 di Kampung Pos Kidul, Jalan Raya Togog, Desa Kertamulya, Padalarang.

Meski namanya Padalarang, namun rintisan usaha ini awalnya justru dilakukan di kawasan Rawa Bango Ciwidey.

Sekadar informasi, sosok yang bernama Mulya merupakan orang pertama penjual kupat tahu Padalarang. Dia terpaksa meninggalkan Padalarang bersama keluarganya ke Ciwidey karena pada masa kemerdekaan 1945, daerah tersebut dinilai tidak aman.

"Di sini (Padalarang) waktu itu kondisinya masih panas di era kemerdekaan. Pertempuran antara laskar pejuang kemerdekaan dengan tentara Belanda masih sering terjadi," tutur generasi ke lima penggagas Kupat Tahu Padalarang 99, Fawwaz (19) yang mendengar cerita dari pendahulunya, Sabtu (4/6/2022).

 

Menurutnya, saat itu jalur Padalarang menjadi akses vital dari Bandung ke Cianjur atau sebaliknya. Sejumlah pertempuran sempat terjadi, sehingga banyak warga yang mengungsi. Salah satunya adalah Mulya beserta keluarga pindah ke Ciwidey lalu berjuala kupat tahu Padalarang.

Usaha itu dilanjutkan adiknya yang bernama Sinding, lalu anaknya Sadiah hingga generasi ketiga.

Saat itulah oleh Sadiah bisnis kupat tahu dipindahkan lagi ke Padalarang sekitar era 2000-an hingga sekarang dengan diberi nama Kupat Tahu Padalarang 99.

"Angka 99 diujung itu, kata ibu saya menandakan jumlah Asmaul Husnah. Jadi berharap bisa mendapatkan berkah dan kebaikan dari usaha kupat tahu," ucapnya.

Kios Kupat Tahu Padalarang 99 biasa beroperasi sejak pukul 06.00-12.00 WIB dengan harga satu porsi Rp12 ribu.

Pelanggannya pun ternyata bukan hanya warga KBB tapi ada juga yang dari Cianjur, Sukabumi, dan Bandung. Dan diasanya mereka sambil melintas atau sengaja datang untuk menikmati kupat tahu yang super lezat.

"Kalau saya biasanya pas pulang ke keluarga di Cianjur selalu mampir ke sini. Soalnya pas buat sarapan," kata Aep (48) warga Cimahi.

Topik Menarik