Menguak Makna Lain Slogan ‘When You Drive You Never Drink’

Menguak Makna Lain Slogan ‘When You Drive You Never Drink’

Gaya Hidup | netralnews.com | Kamis, 2 Juni 2022 - 11:31
share

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dua hari lagi menjelang Formula E di Ancol, kontroversi perusahaan bir asal belanda Heineken sebagai salah satu sponsor global adu balap mobil listrik masih terus bergulir.

Namun protes masyarakat yang menentang merek bir Heineken menjadi sponsor tak membuat panitia kehabisan akal. Lalu menggantikannya dengan slogan.

Marketing Director PT Multi Bintang Indonesia Jessica Setiawan memastikan tidak akan menjual produk bir di balapan Formula E. Tapi pihaknya memasang slogan When you drive, you never drink sebagai kampanye tidak meminum alkohol selama berkendara.

Menengok Mbah Google diketahui PT. Multi Bintang Indonesia merupakan organisasi induk Heineken International B.V di Indonesia.

Sebelumnya Managing Director Formula E dari Jakarta Propertindo (Jakpro), Gunung Kartiko dan Ketua Pelaksana Ahmad Sahroni juga telah memastikan tidak ada iklan bir maupun minuman beralkohol. Logo diganti dengan tagline berbunyi when you drive, never drink .

Coba kita amati secara seksama penjelasan dari sologan kampanye When you drive, never drink . Maknanya tidak meminum alkohol selama berkendaraan.

Dengan demikian bila kita menebak arti lain dari slogan kampaye tersebut maka dapat bermakna sebaliknya yang bobot artinya seimbang, yakni boleh meminum alkohol selama tidak berkendaraan.

Lantaran telah diketahui publik Perusahaan Bir Heineken sebagai salah satu sponsor global Formula E, maka secara langsung atau tidak langsung slogan kampaye itu untuk kepentingan Heineken.

Lalu apa sebaiknya yang harus dilakukan pihak Panitia Penyelenggara Formula E?
Tentu jawabnya adalah kejujuran!

Panitia harus berani jujur, akui Formula E terikat kerjasama dengan sponsor global termasuk Heineken. Artinya, Heineken juga mempunyai hak yang sama dalam kegitan Formula E diseluruh negara tak terkecuali di Indonesia.

Atau bila Panitia Penyelenggara berani nekat mengikuti tuntutan masyarakat dengan meniadakan sponsor global Heineken dalam bentuk apapun, maka itu lebih baik. Tentunya dengan terlebih dahulu meminta persetujuan dari Formula E Organisation dan Heineken.

Akan tetapi bila hal itu tak dapat dilakukan karena urusan sponsor global bukan ranahnya Panitia Penyelenggara Formula E Jakarta, maka kekujuran adalah jalan keluarnya.

Katakanlah kepada masyarkat apa adanya tampa perlu bersiasat. Memang tak akan bisa memenuhi semua keinginan publik, tetapi yakinlah bahwa masyarakat akan tetap menaruh hormat yang tinggi atas sebuah kejujuran.



Pengamat Kebijakan Publik

Sugiyanto

Topik Menarik