Loading...
Loading…
Motif Dendam Penembakan 2 Warga Aceh Besar Polda Aceh: Tak terkait Kelompok Tertentu

Motif Dendam Penembakan 2 Warga Aceh Besar Polda Aceh: Tak terkait Kelompok Tertentu

Powered by BuddyKu
Gaya Hidup | Inews | Senin, 30 Mei 2022 - 12:16

BANDA ACEH, iNews.id - Titik terang kasus penembakan yang menewaskan dua warga di Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh terungkap. Polisi menangkap lima pelaku yang diamankan di sejumlah lokasi berbeda.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengatakan kelima terduga pelaku ditangkap anggota tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Aceh.

Kelimanya memiliki peran masing-masing dalam kasus penembakan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia pada Kamis (12/5/2022) malam. Kedua korban meninggal dunia dalam penanganan medis di rumah sakit, ujar Winardy, Senin (30/5/2022).

Identitas kelimanya yakni berinisial TM berperan sebagai perencana dan penyuplai logistik. Kemudian DW berperan sebagai pemberi informasi dan penyuplai logistik.

Sementara tiga pelaku lainnya yakni MZ, ZD dan MY berperan sebagai pendamping eksekutor dan pemantau di lapangan. Kelimanya merupakan warga Kabupaten Aceh Besar.

Selain kelima orang tersebut, polisi masih memburu sejumlah orang lainnya yang diduga sebagai eksekutor dan otak penembakan. Nama dan identitas mereka telah dikantongi.

Untuk motif sementara karena dendam antara korban dan pelaku. Penangkapan ini setelah penyidik memeriksa secara maraton terhadap 23 saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara, katanya.

Menurutnya berdasarkan hasilolah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya selongsong peluru dengan kaliber 5,56 milimeter, sebo atau penutup wajah, motor dan lainnya.

Jenis senjata yang digunakan masih dalam pendalaman. Selongsong peluru dikirim ke laboratorium forensik untuk memastikan jenis senjata yang digunakan. Dari ukurannya, kaliber 5,56 milimeter merupakan senjata api laras panjang, ucap perwira menengah Polda Aceh tersebut.

Atas perbuatannya, kelima pelaku dijerat dengan Pasal 338 jo Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan dan pembunuhan berencana. Ancaman hukumannya maksimal penjara seumur dan hukuman mati.

Kami mengimbau masyarakat tidak perlu berspekulasi terkait penembakan tersebut. Hasil penyelidikan, penembakan tidak terkait dengan kelompok tertentu, murni kriminal biasa dendam pelaku dan korban, kata Kombes Pol Winardy.

Diketahui, sebelumnya dua warga Aceh Besar berinisial M dan R menjadi korban penembakan orang tidak dikenal (OTK) saat mereka pulang dari kebun di Desa Aneuk Glee, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (12/5/2022) malam.

Original Source

Topik Menarik