Loading...
Loading…
Pasar Kripto Dunia Ambruk

Pasar Kripto Dunia Ambruk

Gaya Hidup | netralnews.com | Minggu, 15 Mei 2022 - 05:36

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bulan Mei ini kita melihat pasar kripto dunia mengalami kejatuhan harga sangat besar.

Bitcoin sebagai asset yang dijadikan alat pengukur sentimen pasar mata uang kripto pada saat artikel ini ditulis berada di level kisaran Rp400 juta atau mengalami penurunan hampir sebesar 40% dari harga tertinggi yang dicapai pada tahun 2021 lalu.

Hal yang sama juga dialami oleh sebagian besar mata uang kripto lain sehingga nilai kapitalisasi pasar mata uang kripto menurut https://coinmarketcap.com saat ini mengalami penurunan yang sangat signifikan hampir sebesar 40% menjadi di kisaran US$ 1.27 trilun.

Apa yang menjadi penyebab terjadinya hal ini?

Dahulu, investasi di sektor mata uang kripto dianggap sebagai suatu investasi yang berkorelasi negatif terhadap investasi yang sudah ada seperti surat berharga, saham dan komoditi lainnya. Hal ini maksudnya adalah di saat pasar investasi konvensional mengalami penurunan, maka nilai investasi mata uang kripto akan mengalami kenaikan, dan begitu juga sebaliknya. Namun pada tahun-tahun belakangan ini investasi mata uang kripto sudah dijadikan sebagai suatu class of asset sejak diluncurkannya investasi dalam bentuk reksadana Bitcoin oleh perusahaan lembaga-lembaga finansial di beberapa negara besar. Akibatnya adalah, di saat harga saham dunia mengalami penurunan maka harga pasar mata uang kripto juga akan ikut turun, dan sebaliknya di saat ekonomi dunia membaik dan investasi mengalami kenaikan, maka nilai investasi mata uang kripto juga ikut mengalami penguatan.

Baca Juga :
Ciruas Geger! Pria 40 Tahun Tanpa Identitas Tiba-tiba Ambruk Lalu Tewas di Depan Toko Sepeda Usai Beli Benda Ini

Awal tahun 2022 di saat dampak dari pandemi selama 2 tahun mulai dirasakan dan situasi politik dunia memasuki situasi yanhg tidak menentu, inflasi terjadi di mana-man terutama dipicu oleh invasi Russia di Ukraina, harga minyak dunia melonjak dan harga saham melemah, maka seiring dengan hal tersebut ternyata investasi di sektor kripto pun juga mulai memasuki siklus bear market atau ikut mengalami penurunan.

Selanjutnya, di tengah-tengah situasi bear market ini sedang terjadi, beberapa spekulan dengan modal raksasa di berbagai belahan dunia pun mulai merancang skenario perdagangan mata uang kripto yang bertujuan untuk memanipulasi pasar dengan memanfaatkan kelemahan yang terdapat pada struktur blockchain yang mereka ciptakan sendiri dan pada bursa-bursa tempat perdagangan mata uang kripto serta produk turunannya. Beberapa kasus terkait kecurangan-kecurangan seperti pencurian melalui praktek penipuan (scam), meninggalkan begitu saja project yang mereka luncurkan sendiri (rugpull project) dan praktek manipulasi harga mulai sering terjadi dalam beberapa bulan di tahun ini.

Baca Juga :
Mau Investasi Aset Kripto? Baca Ini Dulu

Sejak Januari 2022 hingga artikel ini ditulis, peristiwa seperti penipuan dan pencurian NFT bernilai jutaan US dolar di marketplace Opensea terjadi hingga 2 kali, dan pembobolan asset berupa NFT bernilai jutaan US dollar ini ternyata juga berhasil dilakukan di sebuah game online bernama Axie Infinity.

Tapi diantara semua perilaku curang tersebut, ada beberapa hal utama yang menyebabkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia kripto menjadi semakin jauh berkurang. Yaitu akibat dari adanya beberapa blockchain yang didesain bersifat sentralistik dan dikelola oleh perusahaan besar yang dengan sengaja melakukan kecurangan dengan tujuan unttuk mendapatkan keuntungan berupa likuiditas dari para investor mereka sendiri.

Salah satu dari kecurangan itu antara lain adalah berulang kali dihentikannya produksi block pada blockchain SOLANA oleh kantor pusat mereka selama beberapa waktu dengan alasan jumlah transaksi terlalu banyak dilakukan secara serentak, dan hal ini mengakibatkan banyak perdagangan koin SOLANA ($SOL) yang harus mengalami likuidasi di saat kondisi market justru sedang mangalami penurunan.

Contoh lainnya adalah perbuatan memanipulasi harga yang sementara diduga dilakukan oleh LFG (Luna Foundation Guard), Terra Labs, dan Anchor Financial Management yang mengakibatkan koin bernama $LUNA dan stablecoin $UST (koin kripto yang nilainya dipatok senilai 1 US Dollar) kehilangan value secara drastis. Sehingga mengakibatkan koin $LUNA mengalami penurunan harga dari $120 menjadi $0.0004 hanya dalam waktu singkat kurang dari seminggu. Dan ini dampaknya adalah kedua koin ini di-suspend sementara perdagangannya pada bursa2 kripto utama dunia. Kedua contoh manipulasi yang diduga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar ini telah mengakibatkan kerugian bagi pihak investor terutama investor perorangan dengan nilai mencapai milyaran US Dollar.

Lantas bagaimana kita menyikapi hal ini, terutama menghadapi kecurangan yang sangat mungkin bisa dilakukan oleh orang dalam di perusahaan pengembang atau penyelenggara perdagangan kripto itu sendiri? Hal seperti ini sebenarnya bukan hanya terjadi di pasar mata uang kripto. Kita tahu di negara manapun sering terjadi kesalahan dalam melakukan spekulasi investasi dan kecurangan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar yang mengakibatkan para investor individu menderita kerugian hebat. Namun bagaimana cara kita meminimalkan resiko ini?

Baca Juga :
Atap Aula Rumah Dinas Bupati Merangin Ambruk Dihantam Hujan dan Angin Kencang

Cara pertama adalah dengan selalu melakukan pengamatan yang secermat mungkin melalui system distribusi dari koin yang menjadi ketertarikan kita. Untuk hal ini, koin yang terbaik adalah koin yang distribusinya tidak dipusatkan pada satu entitas saja, atau tidak dikuasai oleh mayoritas di satu atau sedikit perusahaan saja, yang artinya distribusi koin seperti ini sifatnya sentralistik.

Kedua contoh kecurangan atau praktek manipulasi harga diatas dapat dilakukan dengan mudah oleh perusahaan pengelola koin itu sendiri yang data transaksinya disimpan secara sentralisasi. Bayangkan, jika kita berinvestasi pada suatu koin kripto dan perusahaan pengelola koin kripto tersebut karena suatu hal harus menutup perusahaannya.

Apabila hal ini terjadi, maka koin kripto yang kita miliki akan kehilangan nilainya. Pertanyaannya, apakah ada koin kripto yang tidak dikuasai oleh sebuah atau segelintir perusahaan saja? Jawabannya: Ada.

Dan inilah jenis koin kripto yang relatif lebih aman. Semakin ter-desentralisasi alokasi distribusi dari suatu koin, maka semakin sulit untuk dilakukan manipulasi terhadap harga koin tersebut. Hal ini bisa dilihat dari contoh ilustrasi yang diberikan, yang diambil dari https://messari.io sebuah lembaga research dan data cryptocurrency yang terkemuka. Dalam data berupa pie-chart dari beberapa mata uang kripto ini bisa dilihat warna biru di dalam pie-chart menunjukkan persentase dari alokasi distribusi koin dilakukan kepada pihak investor publik atau individual (retail).

Sementara warna oranye dan khaki adalah persentase distribusi investasi yang dialokasikan kepada kelompok investor kelembagaan yang lazim disebut sebagai VC (Venture Capital) atau investor korporat.

Original Source

Topik Menarik

{