Loading...
Loading…
Belitung Timur Temukan Hewan Ternak Terindikasi PMK

Belitung Timur Temukan Hewan Ternak Terindikasi PMK

Powered by BuddyKu
Gaya Hidup | Inews | Minggu, 15 Mei 2022 - 00:59

BELITUNG TIMUR, iNews.id - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belitung Timur menyatakan adanya indikasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di daerah itu. Kendati demikian, mereka belum bisa memastikan apakah hewan tersebut sudah tertular virus PMK atau belum.

Baru gejala mengarah ke sana (PMK). Kami akan mengamati hingga beberapa hari ke depan sambil mengambil spesimen untuk memastikan apakah hewan tersebut sudah tertular virus PMK atau belum, kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belitung Timur, Heru Indramarta, Sabtu (14/5/2022).

Sapi yang terindikasi PMK tersebut, saat ini dalam masa pengobatan dan akan terus dipantau perkembangannya.

Dia mengimbau kepada para peternak hewan berkaki empat tersebut agar tidak mendatangkan hewan ternak terlebih dulu, apa lagi dari daerah yang sudah terwabah PMK.

Menurut dia penyakit ini sangat merugikan para peternak, walaupun ini tidak bersifat zoonosis atau tidak menular ke manusia.

Harus ada saling kesepahaman atau kerja sama antara peternak dengan aparat dari dinas. Jangan sampai nanti begitu ada kasus ditutupi, sehingga mereka menganggap penyakit biasa padahal itu PMK, ucapnya.

Baca Juga :
Waspada Penyebaran PMK, Pemkab Kendal Cek Seluruh Ternak di Pasar Hewan

Sementara itu satu di antara peternak sapi di Kabupaten Belitung Timur, Bukadi mengaku memang sudah mengatahui adanya virus ini dari komunitas peternak luar daerah. Sedangkan dari dinas terkait di Belitung Timur memang belum ada informasi.

Tahunya sudah sekitar seminggu. Kalau di kampit memang belum ada (PMK), tapi lokasi lain saya kurang tahu. Setahu saya dari luar daerah yang ada PMK, ujar Bukadi.

Akibat wabah PMK ini, kata dia, pengiriman sapi dari luar daerah juga dihentikan. Sementara itu pesanan sapi di peternakannya sudah mencapai 40 ekor, untuk persiapan Lebaran Idul Adha mendatang.

Kalau pun memang sudah ada di sini (PMK), kami minta perhatian dari dinas terkait berkenaan dengan obat-obatan serta cara mencegah dan mengobati jika ada sapi yang tertular, katanya.

Original Source

Topik Menarik

{