Pantas Ogah Datang ke Indonesia, Terbongkar Rahasia Masa Lalu Ayah Atta Halilintar Diam-Diam Terlibat Organisasi Terlarang: Dia Pemimpin....

Pantas Ogah Datang ke Indonesia, Terbongkar Rahasia Masa Lalu Ayah Atta Halilintar Diam-Diam Terlibat Organisasi Terlarang: Dia Pemimpin....

Gaya Hidup | herstory | Senin, 9 Mei 2022 - 13:35
share

Ketidakhadiran keluarga Atta Halilintar dalam momen spesial perayaan Hari Raya Idulfitri terus menimbulkan tanda tanya. Pasalnya keluarga besar Atta belum pernah sekalipun datang menjenguk Atta Halilintar dan Aurel Hermasnyah sejak menikah hingga baby Ameena lahir.

Di saat terpenting seperti momen saat pernikahan bahkan kelahiran cucu pertamanya, Anofial Asmid dan Lenggogeni Faruk malah tak kunjung pulang ke Indonesia dan berkelit soal aturan covid-19 yang sangat ketat di negeri jiran Malaysia.

Meskipun sempat menghabiskan waktu bersama berlibur di Turki, namun para netizen pun mulai curiga dengan besan Krisdayanti itu. Pasalnya Gen Halilintar justru memperlihatkan asyik liburan ke luar negeri hingga akhirnya menetap di Dubai, namun seolah tak ada waktu untuk menemui anak, menantu dan cucunya di Indonesia.

Alhasil kehidupan orangtua Atta Halilintar, Anofial Asmid dan Lenggogeni Faruk itu pun terus dikulik habis-habisan. Kabar di Twitter itu menyebut bahwa Anofial Asmid pernah terlibat organisasi terlarang.

Dalam buku Pengembaraan Sang Duta: Halilintar Muhammad Jundullah disebut, ketika masih kuliah di Teknik Elektro Universitas Indonesia, Anofial Asmid sudah mulai berbisnis. Awalnya bisnis tersebut memang dalam ranah yang kecil, namun seiring berjalannya waktu makin sukses hingga melebarkan sayapnya ke luar neh=geri bersama istrinya.

Konsultan sekaligus sahabat Anofial Asmid, Eep Saefullah Fatah buka-bukaan mengungkap sosok ayah Atta Halilintar itu.

Tahun 1995, ia (Anofial Asmid) adalah seorang yang door to door menjajakan karpet, dibantu istri dan seorang temannya yang mantan pengecer koran. Ketika Oktober 2002, saya bertemu kembali dengannya, dia adalah pemimpin sebuah jaringan usaha berskala global, tulis Eep di buku tersebut.

Tiba-tiba terjadi perubahan drastis mulai dari cara berpakaian hingga pola pikir Anofial Asmid semenjak mengenal dan berguru dari Syeikh Ashaari Muhammad At Tamimi atau yang dikenal dengan Abuya Ashaari di Malaysia. Sejak itu juga Anofial mendapat nama baru menjadi Halilintar Muhammad Jundullah.

Perubahannya yang penting bagi saya bukanlah perubahan gaya berpakaiannya (memakai gamis, membelitkan sorban di lingkar kepala), melainkan caranya bertutur dan topik-topik yang ia pilih dalam pembicaraan, tutur Eep.

Rupanya terungkap Anofial Asmid sempat menjadi pengikut sebuah organisasi keagamaan islam yang berbasis di Malaysia. Tahun 2002, Anofial Asmid kemudian mengemban jabatan tinggi sebagai Komisaris Utama PT Cahaya Timur (perusahaan bidang rekaman kaset dan perdagangan), Komisaris Utama PT Qatrunada (travel), Chairman Hawariyun Group of Companies, dan Direktur International Rufaqa Corporation yang berpusat di Malaysia.

Kemudian Anofial merambah bisnis di bidang lain seperti sekolah, klinik bersalin, toko obat, puluhan outlet, studio rekaman, super market, ekspor-impor, restoran, peternakan, konsultan SDM, event organizer, kafe, desain & kontraktor, bisnis entertsainment, salon, industri rekaman, travel dan berbagai bisnis skala global.

Topik Menarik