Loading...
Loading…
Larangan Membawa Cairan dan Membuka Perangkat Elektronik di Bandara Akan Segera Dihapus?

Larangan Membawa Cairan dan Membuka Perangkat Elektronik di Bandara Akan Segera Dihapus?

Gaya Hidup | netralnews.com | Senin, 09 Mei 2022 - 05:36

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sebuah teknologi baru sepertinya akan mampu menghapus aturan membawa cairan dan mengeluarkan perangkat elektronik saat berada di bandara.

Seperti diketahui, persayaratan memasukkan cairan ke dalam wadah 100 mililiter dan mengeluarkan barang elektronik dari tas telah menjadi pokok perjalanan udara selama hampir 16 tahun.

Seperti dilansir dari CNN Internasional , sudah ada beberapa bandara di dunia yang memungkinkan aturan itu dihapus. Dan, beberapa otoritas mulai mencabut larangan tersebut sekarang.

Salah satu bandara yang sudah menggunakan teknologi itu adalah Bandara Shannon, di barat Irlandia. Secara diam-diam, mulai Oktober 2021, Bandara Shannon mengumumkan sistem keamanan pemindaian CT atau CT scan yang canggih, yang dipasang dengan biaya 2,5 juta atau Rp 38,1 miliar.

Cairan dan elektronik sekarang dapat tetap berada di dalam tas, tanpa batasan volume cairan, dan tas kabin dapat dibawa melalui pemindaian di baki baru yang lebih besar.

Ini bukan pertama kalinya di Shannon, bandara paling barat di Eropa, menjadi pionir global. Toko Bebas Bea pertama di dunia dibuka di sini pada tahun 1947.

Baca Juga :
Jangan Pernah Beli 5 Barang Ini di Bandara, Kelewatan Mahal Bikin Kantong Bocor

"Ini adalah salah satu proyek yang diambil Shannon Group selama periode pembatasan perjalanan yang ketat pada penerbangan," ujar Nandi O'Sullivan, kepala komunikasi kelompok itu.

Diterapkan pada masa pandemi, setelah perjalanan internasional dilanjutkan pada Maret 2022, perpindahan bandara mulai mendapat perhatian lebih luas. Bandara Donegal, di barat laut Irlandia, juga mengikutinya dengan memasang teknologi baru dan menghapus aturan 100 ml.

Kevin Riordan, kepala solusi pos pemeriksaan di Smiths Detection, perusahaan yang menyediakan peralatan keamanan Shannon dan pemimpin global dalam teknologi computed tomography memberikan penjelasan, sama seperti CT scan yang kita ketahui dari rumah sakit, pemindai keamanan di bandara menggantikan pemindaian sinar-X 2D konvensional dengan pencitraan 3D yang jauh lebih presisi.

"Dari sudut pandang keamanan, mereka dapat membuat keputusan yang sangat akurat tentang bahan yang ada di tas: Apakah itu kemungkinan bahan ancaman atau jinak. Itu keamanan yang lebih baik, keputusan yang lebih baik," kata dia.

Bandara Shannon memperkirakan bahwa waktu yang dihabiskan untuk melewati pemeriksaan keamanan penumpang akan berkurang setengahnya oleh teknologi baru, dan itu tidak mengherankan.

Baca Juga :
Ini Alasan Sebenarnya Penumpang Cuma Boleh Bawa Cairan Maksimal 100 Ml ke Kabin Pesawat

Riordan mengatakan bahwa respon penumpang sangat positif di bandara tempat mesin baru telah diuji coba.

Larangan cairan diperkenalkan di seluruh dunia setelah adanya kejadian teroris transatlantik yang digagalkan pada Agustus 2006. Saat itu sebuah kelompok berencana untuk meledakkan bahan peledak cair di beberapa penerbangan.

Original Source

Topik Menarik

{