Loading...
Loading…
Faktanya Orangtua Tidak Bisa Memilih Jenis Kelamin Bayi, Kecuali..

Faktanya Orangtua Tidak Bisa Memilih Jenis Kelamin Bayi, Kecuali..

Gaya Hidup | bantennews.co.id | Minggu, 08 Mei 2022 - 07:05

SERANG Banyak orangtua melakukan cara khusus agar memiliki anak sesuai dengan jenis kelamin yang mereka inginkan. Misalnya, dari melakukan posisi seks tertentu hingga makan makanan tertentu.

Namun pada kenyataannya, tidak ada cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol jenis kelaminbayikecuali pasangan yang menjalaniIVFataubayi tabungdan melakukan skrining genetik pra-implantasi.

Sains memberi tahu kita bahwa pada dasarnya Anda memiliki peluang 50-50 untuk mempunyai anak laki-laki atau perempuan, terang obgyn Sherry Ross, dilansirInsider melansir suara.com (jaringan BantenNews.co.id).

Mengapa orang tua tidak bisa mengontrol jenis kelamin bayi?

Wanita memiliki sel telur, yang memiliki kromosom X. Laki-laki memiliki sperma, yang membawa kromosom X atau Y.

Jika sel telur dibuahi oleh sperma X, maka hasilnya XX, atau secara biologis perempuan. Jika dibuahi oleh kromosom Y, itu XY, atau secara biologis laki-laki.

Hasil XX atau XY juga tidak selalu menentukan paakah anak akan mengidentifikasi diri mereka menjadi laki-laki atau perempuan. XX atau XY hanya menentukan jenis kelamin biologis mereka.

Tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa Anda dapat mengendalikan jenis kelamin, kata Ross.

Baca Juga :
5 Manfaat Melakukan Pemeriksaan USG 4D, Bumil Wajib Tahu

Ada satu pengecualian, yakni jika menjalani bayi tabung danembriodiuji secara genetik sebelum implantasi, maka orag tua dapat memilih embrio laki-laki atau perempuan.

Pilihan ini sangat penting bagi orang yang mencoba menghindari penyakit seperti anemia sel sabit, yang kebanyakan ditemukan pada pria.

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa sperma Y berenang lebih cepat. Karenanya, ilmuwan menduga bahwa berhubungan seks mendekati masa ovulasi dapat meningkatkan peluang memiliki anak laki-laki.

Singkatnya menurut studi tersebut, sperma Y lebih mungkin memenangkan perlombaan untuk mencapai sel telur.

Namun, sebuah riset tahun 2020 menemukan bahwa tidak ada perbedaan ukuran atau pola pergerakan antara sperma X maupun Y.

(Red)

Original Source

Topik Menarik

{