Terkuak Teka-Teki Dibalik Gagalnya Pernikahan Ayu Ting Ting dan Adit Jayusman, Sosok Ini Bongkar Fakta Mengejutkan: Keputusan Tepat!

Terkuak Teka-Teki Dibalik Gagalnya Pernikahan Ayu Ting Ting dan Adit Jayusman, Sosok Ini Bongkar Fakta Mengejutkan: Keputusan Tepat!

Gaya Hidup | herstory | Jum'at, 22 April 2022 - 12:20
share

Penyanyi dangdut Ayu Ting Ting sempat menjalin hubungan asmara dengan Adit Jayusman, keduanya bahkan sudah serius hingga sempat selangkah lagi menuju pelaminan. Namun sayang, di saat semua persiapan telah rampung Ayu dan Adit mendadak membatalkan pernikahan mereka.

Alhasil gagalnya pernikahan Ayu Ting Ting dan Adit Jayusman pada Februari 2021 itu sempat menimbulkan tanda tanya di benak publik, pasalnya keduanya enggan untuk membeberkan secara gamblang soal alasan pernikahan megah itu gagal digelar.

Janda satu anak itu hanya mengaku tak bisa mempertahankan hubungan asmaranya karena memang ada ketidakcocokan dengan Adit Jayusman sehingga tak memungkinkan jika dilanjutkan.

Sosok ahli pun turut menyoroti persoalan tersebut, ia pun buka-bukaan membongkar apa yang sebenarnya terjadi dalam hubungan Ayu dan Adit hingga akhirnya gagal menikah. Lantaran pernikahan itu mendadak batal dilakukan dua minggu sebelum hari H, saat itu Ayu nampak menunjukkan perasaan tertekan dengan sikap Adit.

Seorang ahli feng shui Gunadi Widjaja mengatakan bahwa sang biduan telah mengambil keputusan yang tepat. Pasalnya ia melihat dalam diri Adit Jayusman memang terdapat sikap yang bisa membuat orang tertekan. Hal tersebut diungkapkan dalam tayangan YouTube Intens Investigasi beberapa waktu lalu.

"Kalau dari nama Adit Pradana Jayusman, dia memiliki rasa seni yang tinggi," jelas Gunadi Widjaja mengawali penjelasannya.

Lebih lanjut, ia mengungkap watak emosional yang dimiliki Adit Jayusman. Pasalnya terlihat bahwa mantan calon suami Ayu Ting Ting itu masih kesulitan dalam mengendalikan emosi.

"Jadi, kata kuncinya dari Adit adalah harus bisa mengendalikan emosi," jelas sang pakar fengshui.

Gunadi menjelaskan, kalau emosi tersebut tak dikontrol, bukan tidak mungkin setiap lawan bicaranya akan merasa tertekan.

"Dan dia di dalam setiap pembicaraan selalu mau menang," tukas Gunadi.

"Jadi, argumennya selalu mau menang terus, sehingga bisa saja yang membuat lawan bicaranya merasa tertekan," kata Gunadi Widjaja.

"Dia punya daya tarik terhadap massa, tapi dia harus bisa mengendalikan emosi," jelas Gunadi.

Topik Menarik