Ini Keutamaan Malam Lailatul Qadar, Hanya Ada di Bulan Ramadan
JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa dan penuh berkah karena di bulan ini terdapat malam lailatul qadar.
Lailatul qadar adalah malam yang penuh berkah dan sering disebut sebagai malam seribu bulan. Keberkahan lailatul qadar ini berganda-ganda karena terletak di bulan Ramadan.
Ada banyak keutamaan di dalam malam Lailatul Qadar yang Allah SWT berikan kepada umat Muslim pada saat bulan Ramadan.
Karena keistimewaannya, malam Lailatul Qadar ini sangat dinantikan oleh seluruh umat Muslim ketika bulan Ramadan tiba.
Keistimewaan Lailatul Qadar ini tertulis dalam Al-Quran surah Al-Qadr.
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam kemuliaan. Dan, tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (Al-Qadr: 1-5).
Hal ini juga didukung hadits oleh Anas yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW Bersabda Jika datang malam Lailatul Qadar, malaikat Jibril turun ke Bumi diiringi para malaikat yang lain Mereka memberi salam kepada setiap orang yang berzikir kepada Allah (HR. Abu Hurairah).
Hadist di atas menjelaskan tentang malam Lailatul Qadar itu akan ada banyak Malaikat yang nantinya turun ke bumi bagaikan cahaya yang memancar.
Momen ketika turunnya Malaikat ini harus disambut oleh para umat Muslim dengan selalu beribadah dan berdzikir kepada Allah SWT.
Menurut perhitungan Syekh Abdul Halim Mahmud, seribu bulan (alfu syahrin) setara dengan 83 tahun 4 bulan yang merupakan umur standar manusia (dzalika dah umril insn).
Seribu bulan adalah delapan puluh tiga tahun empat bulan. Itu merupakan standar umum umur manusia. Lailatul qadr (alfu syahrin) lebih baik dari umur manusia; dari umur setiap manusia, baik umur manusia di masa lalu maupun umur manusia di masa mendatang. Intinya, lailatul qadr lebih baik dari (usia) zaman. (Syekh Abdul Halim Mahmud, Syahr Ramadhn, h. 21).
Itu artinya lailah al-qadr lebih mulia dan utama dari seluruh umur manusia, baik umur manusia di zaman dulu, zaman sekarang, maupun di zaman mendatang. Syekh Abdul Halim Mahmud bahkan mengatakan, annah khair minad dahr (lailatul qadar lebih baik dari usia zaman).
Penjelasan Syekh Abdul Halim Mahmud ini dikarenakan tidak adanya batasan pasti mengenai kebaikan dan kemuliaan lailatur qadr. Petunjuk yang diberikan Allah hanya kebaikannya melebihi seribu bulan.
Keutamaan lainnya adalah diampuninya dosa-dosa terdahulu ketika melakukan shalat malam di saat lailatul qadar.
Rasulullah bersabda (HR. Imam Bukhari): Barangsiapa shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.










