Sampah Plastik Meningkat Selama PSBB karena Kebiasaan Pesan Makanan

Gaya Hidup | jawapos | Published at Minggu, 14 Juni 2020 - 11:26
Sampah Plastik Meningkat Selama PSBB karena Kebiasaan Pesan Makanan

JawaPos.com Selama masa pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat #dirumahaja. Tapi meski jarang keluar untuk berbelanja, kondisi ini membuat sumbangan terhadap sampah plastik ikut meningkat. Kebutuhan berbelanja masyarakat yang cenderung konsumtif selama pandemi dengan metode layanan makanan pesan antar. Maka di era New Normal kali ini, masyarakat diminta untuk lebih bijak lagi dalam berbelanja.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh oleh Pusat Penelitian Oseanografi dan Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, penggunaan layanan pesan antar meningkat di area Jabodetabek selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Perubahan kebiasaan belanja rumah tangga seperti ini berkontribusi terhadap meningkatnya sampah plastik sekali pakai dalam persentase sampah domestik selama PSBB. Hal ini penting mengingat sampah rumah tangga merupakan penyumbang terbesar dari total sampah nasional, hingga 62 persen.

Peran produsen menjadi salah satu elemen penting dalam mewujudkan manajemen pengelolaan sampah yang lebih baik, ujar Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia Novrizal Tahar IPM.

Selain produsen, Pakar Teknologi Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), Enri Damanhuri menyampaikan, pentingnya kesadaran dan partisipasi seluruh pihak dalam mengelola sampah. Pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada konsep kumpul-angkut-buang, tetapi harus melibatkan semua pihak.

Produsen, misalnya, memiliki tanggung jawab untuk mengurangi sampah dengan inovasi kemasan dan model bisnis. Contohnya dengan memilih produk dengan kemasan guna ulang yang bisa dikembalikan, termasuk galon guna ulang.

Sebisa mungkin, konsumen perlu memilih produk yang sifatnya sirkular atau bisa dikembalikan agar jumlah sampah yang dihasilkan bisa ditekan. Selain itu, penting juga memilah sampah rumah tangga atau bahkan mengolah sampah organik di rumah untuk kegunaan lain seperti kompos misalnya, katanya.

Sustainable Development Director Danone-AQUA Karyanto Wibowo menjelaskan, konsep ekonomi sirkular diwujudkan dengan memperkenalkan kemasan guna ulang untuk ikut menyelamatkan lingkungan. Prinsip ekonomi sirkular ini dalam upaya ikut mengurangi 70 persen sampah di laut pada 2025 dengan mengumpulkan lebih banyak plastik lewat gerakan Bijak Berplastik.

Tujuannya adalah mewujudkan lingkungan Indonesia yang lebih bersih dan sehat, tutupnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Asli