Loading...
Loading…
Iktikaf: Rukun, Syarat, Hukum, dan Ketentuan Lainnya

Iktikaf: Rukun, Syarat, Hukum, dan Ketentuan Lainnya

Gaya Hidup | indozone.id | Kamis, 17 Maret 2022 - 15:00

Di bulan Ramadhan, umat muslim dianjurkan untuk melakukan ibadah sunah yang akan menambah pahala. Salah satu amalan ibadah tersebut adalah iktikaf.

Iktikaf adalah kegiatan berdiam diri di dalam masjid pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan yang bertujuan untuk muhasabah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam hadisriwayat Ibnu Umar, Anas, dan Aisyah radhiyallahu 'anha:

"Nabi shallallahu alaihi wa sallam biasa beriktikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sejak beliau tiba di Madinah sampai beliau wafat."

Nah, bagi kamu yang ingin menjalani ibadah iktikaf, ada baiknya mengetahui syarat, rukun, hukum, dan ketentuan lainnyaagar kamu bisa menjalankan iktikaf dengan hikmat. 1. Keutamaan Iktikaf Ilustrasi seseorang sedang iktikaf di masjid (Unsplash/@davidmonje)

Menjalani ibadah iktikaf akan membawa seorang umat kepada keberkahan dan kebersihan jiwa. Hal ini karena ibadah iktikaf dilaksanakan dengan berbagai keutamaan, diantaranya: Memperbesar peluang mendapatkan malam Lailatul Qadr Mendekatkan diri pada Allah Swt Sarana muhasabah dan introspeksi diri Memperbanyak amalan shalat 2. Syarat Iktikaf Ilustrasi iktikaf (unsplash.com/Rumman Amin)

Baca Juga :
Tata Cara Iktikaf di Masjid

Sebelum melaksanakan iktikaf, ada beberapasyarat iktikafyang harus kamu penuhi, yakni sebagai berikut: Islam Berakal sehat Bebas dari hadas besar 3. Rukun Iktikaf Ilustrasi rukun iktikaf (unsplash.com/Rachid Oucharia)

Setelah mengetahui syaratnya, kamu juga perlu memahami empat rukun iktikaf sebelum melaksanakan iktikaf: Niat. Berdiam diri di masjid (sekurang-kurangnya selama tumakninah salat). Masjid, namun di mazhab hanafi bagi perempuan dibolehkan untuk iktikaf di rumah. Orang yang beriktikaf. 4. Hukum Menjalani Iktikaf Ilustrasi hukum iktikaf (unsplash.com/@lemonmelon)

Pada dasarnya, hukum iktikafadalah sunnah. Namun, jika seseorang menazarkan iktikaf, ibadah tersebut menjadi wajib adanya.

Iktikaf juga bisa menjadi haram apabila dilakukan oleh seorang wanita/istri tanpa izin suaminya.

Adapun hukum iktikaf menjadi makruh jika dilakukan oleh seseorang yang berperilaku atau berdandan yang mengundang perhatian orang lain sehingga bisa mengundang fitnah walaupun telah disertai izin. 5. Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan oleh Mutakif saat Iktikaf Ilustrasi berdoa di masjid (Pexels/Ali Arapolu)

Baca Juga :
Rukun Shalat Jumat

Seorang mutakifatau orang yang melaksanakan iktikaf di masjid, boleh melakukan beberapa hal ini saat iktikaf: Keluar dari tempat iktikaf untuk mengantar istri, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW terhadap istrinya Sofiyah RA. Menyisir atau mencukur rambut, memotong kuku, membersihkan tubuh dari kotoran dan bau badan. Keluar untuk keperluan yang harus dipenuhi, seperti membuang air besar dan kecil, makan, minum (jika tidak ada yang mengantarkannya), dan segala sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di masjid. Dengan catatan, harus segera kembali setelah menyelesaikan keperluan itu. Makan, minum, dan tidur di masjid dengan senantiasa menjaga kesucian dan kebersihan masjid. Menemui tamu di masjid untuk hal-hal yang diperbolehkan dalam agama.

Di sisi lain,amalanibadah sunnahiktikaf di masjiddapat dikatakan tidak sahjika seorang mutakif melakukan perkara berikut ini: Artikel Menarik Lainnya:

Original Source

Topik Menarik

{
{