Mengenal `Broken Heart Syndrome`, Penyebab, Gejala, hingga Cara Pencegahannya

Mengenal `Broken Heart Syndrome`, Penyebab, Gejala, hingga Cara Pencegahannya

Gaya Hidup | journal.sociolla.com | Kamis, 24 Februari 2022 - 09:00
share

Putus cinta memang bisa jadi masa-masa tersulit bagi sebagian orang. Selain meninggalkan perasaan sedih, putus dari orang yang disayang juga bisa sangat mempengaruhi mental. Bukan itu saja, ternyata patah hati yang berkepanjangan juga bisa berdampak pada kondisi fisik, seperti mengalami broken heart syndrome atau sindrom patah hati.

Definisi broken heart syndrome

penyebab-broken-heart-syndrome

Sindrom patah hati disebut sebagai kondisi fisik yang bisa menyebabkan masalah kesehatan pada jantung. Dalam dunia medis, sindrom ini disebut dengan nama kardiomiopati takotsubo . Kondisi ini akan membuat seseorang merasakan sakit atau nyeri pada bagian dada sehingga sering dianggap sebagai serangan jantung.

Penyebab sindrom patah hati

penyebab-broken-heart-syndrome

Saat seseorang putus dengan pasangan, tak jarang mereka akan mengingat kenangan lama yang membuat sedih hingga terasa sakit di dada. Yup , putus cinta yang menyebabkan tekanan secara psikis dan fisik bisa menjadi salah satu penyebab sindrom patah hati, lho!

Dilansir dari John Hopkin Medicine , sindrom patah hati dapat dialami oleh seseorang yang mengalamistres berat berkepanjangan dan berada pada kondisi tak terduga yang mengguncang emosi. Misalnya saja, seperti meninggalnya orang terkasih, kehilangan pekerjaan, dan lainnya.

Gejala dari broken heart syndrome

Saat seseorang mengalami tekanan dan stres, maka produksi hormon katekolamin pada tubuh akan meningkat. Hal ini bisa menyebabkan cedera pada otot jantung, khususnya bagian bilik kiri jantung. Menurut halaman MedlinePlus , hormon katekolamin merupakan sekelompok hormon yang dilepaskan sebagai respon terhadap stres fisik maupun emosional yang dirasakan seseorang.

Otot jantung yang cedera akan membuat kinerja jantung untuk memompa darah menjadi menurun, sehingga menyebabkan gejala seperti serangan jantung. Oleh sebab itu, mereka yang mengalami sindrom patah hati akan mengalami gejala layaknya orang yang terkena serangan jantung, seperti nyeri dada dan sesak napas.

Namun pada beberapa kasus, sindrom ini juga bisa mengakibatkan detak jantung yang tak teratur, bahkan untuk kasus ekstrim jantung bisa berhenti berdetak selama beberapa waktu. Hal ini bisa terjadi karena jantung terlalu lemah untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Jadi, jika kamu sedang patah hati dan tiba-tiba mengalami gejala di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

--------------------------------------- SPLIT PAGE ---------------------------------------

Cara mencegah sindrom patah hati

penyebab-broken-heart-syndrome

Perasaan sedih karena putus cinta atau saat mengalami hal yang kurang mengenakkan memang tidak bisa dihindari. Namun, kamu bisa melakukan beberapa hal sebagai pencegahan agar tidak mengalami sindrom ini.

Meditasi

Meditasi dipercaya dapat membantu untuk menenangkan pikiran serta tubuh. Untuk meredakan stres dan mengelola emosi, kamu bisa mencoba melakukan meditasi mindfulness . Jenis meditasi ini bertujuan untuk mengeluarkan pikiran dan perasaan negatif, serta menumbuhkan rasa mencintai diri sendiri .

Berendam dengan air hangat

Bukan hanya membuat badan menjadi rileks, berendam dengan menggunakan air hangat yang diberi essential oil juga bisa meningkatkan mood dan menenangkan pikiran. Kegiatan ini ternyata juga dapat meningkatkan kinerja jantung serta melancarkan sirkulasi darah, sehingga risiko mengalami gangguan kesehatan jantung pun dapat berkurang.

Olahraga pagi

Dengan berolahraga pagi di luar ruangan, kamu bisa menghirup udara yang masih segar dan minim polusi. Selain itu, rutin berolahraga juga bisa meningkatkan produksi hormon endorfin yang bisa membantu menurunkan kadar stres dan hormon dopamin dan serotonin yang berfungsi untuk mengatur emosi serta mengurangi stres pada tubuh akibat kelelahan fisik.

Mencari sumber stres dan solusi

Meski tidak dapat dikurangi, tapi untuk beberapa hal stres bisa dikurangi jika pelan-pelan kamu menyelesaikannya. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mencari tahu sumber masalah yang membuatmu tertekan. Jika sudah tahu masalahnya, kamu pun bisa mencari cara terbaik untuk mengatasinya.

Menghadapi masalah akan jauh lebih baik daripada menghindarinya. Pasalnya, jika kamu menghindar untuk menyelesaikan masalah maka yang ada hal itu akan semakin menumpuk dan justru membuatmu bertambah stres.


Topik Menarik