Menelusuri Keelokan Kota Minyak

Menelusuri Keelokan Kota Minyak

Gaya Hidup | koran-jakarta.com | Sabtu, 12 Februari 2022 - 00:00
share

Kota minyak Balikpapan saat ini menjadi pintu gerbang utama menuju ibu kota negara bernama Nusantara, sebelum memiliki bandara dan pelabuhan laut sendiri. Jarak kota industri dengan pusat kota Penajam Paser Utara lokasi ibu kota baru adalah 69,4 kilometer menyeberangi Teluk Balikpapan.
Kota yang memiliki hari jadi 10 Februari 1897 itu mengambil momen ketika Belanda mengebor sumur minyak Mathilda untuk pertama kali memiliki kontur berbukit-bukit dengan jajaran pantai indah menghadap Selat Makassar, serta meninggalkan hutan tropis yang tetap alami.
Pantai Kemala adalah andalan warga Balikpapan lokasinya di ujung utara kota dekat dengan Teluk Balikpapan. Pantai ini berpasir putih dengan pohon kelapa yang berjajar sepanjang pantai. Lokasinya yang berada sejajar dengan Jalan Jenderal Sudirman dan dibatasi gedung-gedung pemerintah.
Seperti pantai tropis umumnya, waktu terbaik berkunjung ke Pantai Kemala adalah pada sore hari, karena selain sinar tidak terlalu terik, pasir putihnya tidak terlalu menyilaukan. Sambil menanti gelap datang bisa berjalan-jalan waktu dengan berjalan-jalan, bermain air hingga berwisata kuliner.
Setelah bermain, bisa mencoba menikmati kuliner yang ditawarkan. Di sepanjang pantai ini banyak berdiri warung-warung dengan tempat duduk plastik, dengan menu makanan yang terjangkau. Harga roti bakar misalnya 7.000 rupiah sedangkan minuman botol 5.000 rupiah.
Selain santai di bawah pohon nyiur, permainan yang bisa dicoba adalah banana boat dan flying fox, dengan tarifnya sekitar 25.000 rupiah saja.
Setelah puas di Pantai Kemala bisa dilanjutkan ke Lapangan Merdeka atau Tugu Australia yang berada di sisi selatan pantai tersebut.
Danau Cermin yang berada di Jalan Rawamangun, RT 20, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur merupakan salah satu lokasi di Balikpapan yang cukup unik dan banyak dikunjungi wisatawan. Pesona air jernih dengan pepohonan dan rumput hijau adalah pesona yang ditawarkan.
Saking jernihnya, perahu sebagai fasilitas wisatawan untuk berfoto, seakan mengambang di udara. Dasar danau bahkan terlihat dengan jelas karena seolah tidak ada penghalang. Selain berfoto di atas perahu cara lain menikmati keindahan danau adalah berenang.
Untuk memenuhi kebutuhan irigasi dan air minum Kota Balikpapan pada zaman Belanda tepatnya pada 1882 dibuat waduk yang sekarang bernama Waduk Manggar. Pembangunan waduk ini dilanjutkan pada 1985, 1991 dan 2006.
Berada di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, waduk dengan luas 500 hektare ini memiliki tampung air sebesar 16,3 juta meter per detik. Dalam perkembangannya Waduk Manggar yang berjarak 17 kilometer dari pusat kota Balikpapan menjadi tujuan wisata.
Waduk Manggar menawarkan keindahan alam yang masih terjaga. Di sini pengunjung boleh memancing ikannya yang cukup lestari. Selain itu di sini disediakan bermacam permainan dengan konsep outbound yang mengasyikkan seperti permainan ketangkasan menembak paintball dengan tarif 250 ribu rupiah.

Kampung Atas Air
Seperti Banjarmasin, Balikpapan memiliki kampung yang berdiri di atas air dengan nama Kampung Atas Air, berlokasi di di belakang Unit Pengolahan V Pertamina. Rumah-rumah di sini berjejer di atas bangunan jembatan yang terbuat dari kayu ulin yang memanjang seluas 6,7 hektare.
Sebelum menjadi tujuan wisata, dulunya kawasan ini kampung kumuh yang kemudian dilakukan perombakan dan penataan, setelah terjadi kebakaran pada 1992. Dengan bangunan kayu dengan struktur dari bahan kayu ulin yang kuat dan tahan air jembatan atau jalan-jalan di kampung tersebut kini menjadi rapi.
Kampung Atas Air bahkan dua meraih Juara I Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) Kementerian Dalam Negeri 2011 dan Juara III Inovasi Manajemen Perkotaan Kementerian Pekerjaan Umum pada 2013. Seperti kota di Venice, Italia, wisatawan dapat menapaki jembatan yang di kanan-kini dipenuhi dengan banyak penjual makanan.
Sebagai kota minyak Balikpapan juga memiliki peninggalan sejarah berupa Rumah Dahor Heritage. Rumah dalam bentuk panggun ini menyimpan berbagai kisah sejarah, khususnya tentang pekerja kilang minyak di zaman Belanda.
Berada di Jalan Dahor nomor 1, Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, rumah dinas para pekerja kilang minyak yang didirikan oleh Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) pada 1920. Kini kompleks yang terdiri dari sembilan rumah ini menjadi bagian dari kompleks perumahan yang dikelola langsung oleh Pertamina.
Rumah tersebut menjadi saksi bisu sejarah perebutan wilayah Balikpapan dari Belanda dan Jepang. Rumah sejarah eksplorasi minyak di kota ini kini dikembangkan menjadi wisata edukasi yang bisa dikunjungi wisatawan. Kesembilan rumah itu dimanfaatkan sebagai museum, taman baca mini, dan perpustakaan yang membahas tentang sejarah Balikpapan dan industri minyaknya. hay/I-1

Topik Menarik