Setelah Denny Sumargo, Ustadzah Lulung Pasang Badan Jaga Wasiat Dorce: Buka Aib Namanya!

Setelah Denny Sumargo, Ustadzah Lulung Pasang Badan Jaga Wasiat Dorce: Buka Aib Namanya!

Gaya Hidup | herstory | Kamis, 3 Februari 2022 - 18:15
share

Sejak dioperasi, Dorce Gamalama dirinya merasa sudah menjadi wanita seutuhnya karena alat kelaminnya pun sudah dioperasi menjadi perempuan. Berkaitan dari itu dirinya meminta untuk diproses layaknya perempuan ketika dirinya meninggal kelak.

"After operation, saya perempuan. Ya saya punya kelamin perempuan. Mandikan saya dengan pakaian perempuan, sebagai seorang wanita," kata Dorce Gamalama, dikutip dari kanal YouTube Denny Sumargo, belum lama ini.

Namun sayang tak semudah yang diucapkan Dorce, wasiat itu justru membuat polemik yang panjang karena banyak pihak yang tidak setuju dengan keinginan Dorce untuk dimandikan layaknya perempuan, karena sebelumnya Dorce adalah Lelaki.

Diketahui wanita yang sering disapa dengan Bunda Dorce ini adalah transgender yang merasa kepribadiannya berbeda dengan gender yang dimiliki sehingga Dorce yang awalnya lelaki kini menjadi perempuan usai dioperasi.

Meski mendapat hujatan sana sini, Denny Sumargo membela keinginan Dorce ini, karena menurutnya hal ini adalah hak semua orang jadi semuanya harus menghargainya bukan justru menghujatnya.

Senada dengan Denny Sumargo, Ustadzah Lulung Mumtaza pun ikut membela keinginan Dorce Gamalama itu. Menurutnya tak ada yang salah dengan keinginan tersebut.

Berkaitan dari itu, Ustadzah Lulung meminta semua pihak tidak usah ikut campur dengan keinginan Dorce dan meminta untuk lebih bijak dalam berpendapat daripada harus menghujatnya.

"Masa (Dorce Gamalama) sudah dipanggil Bunda terus dimakaminnya laki-laki, kasihan itu, buka aib namanya. Kita jaga yang esensi, jangan sampai keluarga jadi ribut. Kasihan ini namanya nanti membuka aib orang dong, barang siapa yang menutupi aib saudaranya, Allah akan mentupi aibnya pada hari kiamat," ungkap Ustazah Lulung.

Menurut penuturan Ustadzah Lulung, masyarakat dan para pihak pemuka agama tidak bisa menghujat seenaknya keinginan Dorce Gamalama, karena ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam menilai wasiat dari Dorce itu.

"Namanya ulama pasti ada beda-beda pendapat, wajar. Selama hidupnya aja Bunda Dorce hidupnya sebagai perempuan. Kita kembali ke tiga pakar, medis, psikolog, ulama," kata Ustazah Lulung.

Meskipun demikian, Ustadzah meminta agar semua pihak mengutamakan esensi pada keluarganya karena yang lebih berhak mengatur wasiat Dorce Gamalama adalah keluarganya

"Jadi kita menghormati keluarga juga, tapi mendengarkan pendapat ulama, kalau ulama ngasih pendapatnya begini-begini, jadi kita di tengah-tengah. Jangan yang kayak (menghakimi), jangan begini, jangan begitu," seru Ustazah Lulung.

Topik Menarik