Anang Hermansyah Transplantasi Rambut, Ini Tingkat Keberhasilan dan Risikonya!

Gaya Hidup | limapagi.id | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 11:06
Anang Hermansyah Transplantasi Rambut, Ini Tingkat Keberhasilan dan Risikonya!

LIMAPAGI - Transplantasi rambut tengah trending di Indonesia. Hal ini lantaran musisi Anang Hermansyah mengabarkan bahwa sedang menjalani transplantasi rambut ketika berlibur di Turki.

Sebenarnya, tak hanya Anang Hermansyah yang melakukan transplantasi rambut. Sebelumnya, telah ada artis Kevin Aprilio yang sudah lebih dulu melakukan hal tersebut.

Lalu, apa itu transplantasi rambut serta efek apa yang ditimbulkan bila seseorang melakukan transplantasi rambut? Berikut penjelasan lengkapnya seperti yang dilansir dari Medicalnewstoday , Kamis, 5 Januari 2022.

Jenis transplantasi rambut

Kerontokan rambut adalah bagian normal dari penuaan, tetapi ada pula yang terjadi karena kondisi medis atau trauma pada kulit kepala. Nah, transplantasi rambut ini merupakan prosedur yang dilakukan untuk mengembalikan rambut yang rontok tersebut.

Selama proses transplantasi rambut, ahli bedah akan mengangkat folikel dari area kepala yang padat, seperti bagian belakang kepala, yang mereka sebut sebagai area donor. Kemudian, ahli bedah akan menanamkan folikel ke dalam celah kecil di area kulit kepala yang mengalami kebotakan.

Ada dua jenis utama dari transplantasi rambut. Pertama ada Follicular Unit Strip Surgery (FUSS). Pada proses ini, dokter bedah akan mengambil potongan kulit di area donor dan menutup sayatan dengan jahitan.

 

Mereka kemudian menggunakan mikroskop untuk memisahkan kulit donor menjadi unit folikel kecil yang berisi satu atau beberapa folikel rambut, lalu memasukkan folikel ke area yang diinginkan.

Kedua, ada Follicular Unit Extraction (FUE). Dokter bedah akan menggunakan alat punch kecil untuk mengeluarkan folikel dari area donor untuk dimasukan ke area yang mengalami kerontokan. Prosedur ini akan sedikit meninggalkan sayatan tetapi tidak terlalu terlihat sehingga tidak memerlukan jahitan.

Kedua teknik ini efektif, tetapi dapat mencapai hasil yang berbeda dalam beberapa kasus. Untuk prosedur FUE membutuhkan lebih banyak keterampilan dan waktu lebih lama daripada FUSS, tetapi FUE dapat memberikan hasil yang lebih bagus jika ahli bedah memiliki banyak pengalaman dalam teknik ini.

Dalam kebanyakan kasus, ahli bedah menggunakan bagian samping atau belakang kepala sebagai area donor. Namun, mengambil kulit dari dagu, punggung, atau dada juga terbukti efektif. Selain itu, menggunakan rambut di tubuh juga dapat membantu bagi orang yang tidak memiliki rambut tebal di kepalanya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengambil rambut di tubuh atau jenggot lebih memakan waktu dan membutuhkan lebih banyak keterampilan daripada menggunakan rambut kulit kepala.

Namun, studi lain melaporkan bahwa rambut di tubuh dan janggut dapat menjadi "sumber yang sangat baik" dibanding rambut di kepala untuk transplantasi.

Tingkat keberhasilan

Transplantasi rambut adalah prosedur yang efektif untuk memulihkan pertumbuhan rambut setelah banyak penyebab kerontokan. Tingkat keberhasilan operasi transplantasi rambut tergantung pada banyak faktor, termasuk keterampilan dan pengalaman ahli bedah dan ketebalan rambut donor orang tersebut.

Menurut American Society of Plastic Surgeons (ASPS), transplantasi rambut dapat memberikan perubahan yang cukup signifikan pada mereka yang mengalami kebotakan.

Satu studi menemukan bahwa mayoritas orang yang menjalani FUE menggunakan rambut di tubuh atau jenggot yang dikombinasikan dengan rambut kulit kepala merasa puas dengan hasil rata-rata tindak lanjut 2,9 tahun. Di antara 79 peserta, rata-rata skor kepuasan keseluruhan adalah 8,3 dari 10.

Efek samping

ASPS mengatakan bahwa transplantasi rambut umumnya aman jika dilakukan oleh ahli bedah yang berkualifikasi dan berpengalaman. Namun, ada beberapa efek samping yang akan dirasakan, seperti:

  • Infeksi atau perdarahan

Transplantasi rambut melibatkan pemotongan atau sayatan di kulit. Seorang ahli bedah membuat sayatan untuk mengangkat folikel donor, dan mereka membuat sayatan kecil di kulit kepala untuk menempatkan folikel. Dengan sayatan apapun, ada risiko infeksi atau pendarahan yang berlebihan.

  • Bekas luka

Ada juga risiko jaringan parut pada area donor dan area transplantasi. Seseorang harus berbicara dengan ahli bedah mereka tentang risiko ini sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur.

Metode FUSS biasanya meninggalkan bekas luka linier yang panjang di mana ahli bedah mengangkat potongan kulit kepala. Bekas luka ini mungkin tersamarkan saat rambut baru tumbuh di sekitarnya.

Namun, mungkin terlihat jika menjadi melebar selama penyembuhan, rambut di sekitarnya menipis, atau sedang mengusung gaya rambut pendek.

Metode FUE juga dapat meninggalkan beberapa bekas luka di area di mana ahli bedah mengangkat folikel dengan alat pelubang. Namun, bekas luka ini mungkin tidak sebesar bekas luka dari FUSS.

Beberapa orang mungkin mengalami rasa sakit saat kulit mereka sembuh setelah operasi. Dokter bedah dapat memberi obat penghilang rasa sakit untuk mengatasi hal ini. Mereka mungkin juga mengalami pembengkakan di kepala dan wajah saat kulit sembuh.

Artikel Asli