Ingin Nasionalisme Makin Meningkat Tahun Depan? Coba Baca 14 Buku Ini

Gaya Hidup | limone.id | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 05:51
Ingin Nasionalisme Makin Meningkat Tahun Depan? Coba Baca 14 Buku Ini

Meski telah berpuluh-puluh tahun merdeka, rasanya kita tetap harus memahami arti nasionalisme dan menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. Jika resolusimu tahun depan adalah ingin menambah rasa cinta yang tinggi terhadap tanah air, maka cobalah untuk melirik buku-buku sejarah.

Berikut 14 rekomendasi bahan bacaan menarik terkait perjuangan anak bangsa.

Sadirah | Johanes Jonaz

arti nasionalisme
Foto: www.goodreads.com

Sadirah merupakan seorang anak perempuan dari seorang warok penari dalam seni reog yang bernama Wongso Ngadiman. Ia dan sang ayah tinggal di sebuah Mruwak, satu-satunya desa yang menolak mengikuti sistem tanam paksa.

Suatu ketika, Sadirah harus rela untuk dijadikan gundik oleh Tuan Murray, seorang lelaki Belanda.

Dengan ia menjadi seorang Nyai, warna Mruwak pun marah dan menganggap Sadirah telah telah mencemarkan nama baik desa. Sebab mereka sangat lantang melawan Belanda. Namun, Sadirah tetap membantu orang-orang Mruwak meski harus kehilangan harga dirinya.

Tetralogi Pulau Buru | Pramoedya Ananta Toer

arti nasionalisme
Foto: www.goodreads.com

Karya agung milik Pramoedya Ananta Toer ini dapat membawa pembaca untuk memahami arti nasionalisme lewat empat serial.

Tetralogi ini terdiri dari Bumi Manusia (1980), Anak Semua Bangsa (1980), Jejak Langkah (1985), dan Rumah Kaca (1988). Keempat ceritanya berfokus pada kehidupan Minke, anak seorang bupati yang berhasil memperoleh pendidikan Belanda.

Pram berhasil mengisahkan proses perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan sangat baik. Ia juga menggambarkan pentingnya peran pendidikan dalam mengubah derajat manusia dan nasib dari suatu bangsa.

Berkat hal tersebut, sastrawan Indonesia ini berhasil meraih beragam penghargaan sastra dari berbagai penjuru dunia.

Pulang | Leila S. Chudori

Foto: www.goodreads.com

Dimas, Nugroho, Risjaf, dan Tjahjadi merupakan pendiri dari Restoran Tanah Air yang berlokasi di Paris.

Awalnya Dimas, Nugroho, dan Risjaf memiliki profesi sebagai seorang wartawan. Namun semenjak situasi politik di Indonesia semakin memanas setelah 30 September 1965, mereka tidak bisa pulang ke Indonesia.

Tak berhenti sampai di situ, paspor mereka juga dicabut. Demi bertahan hidup di negeri orang, Dimas, Nugroho, Risjaf, dan Tjahjadi pun mendirikan restoran masakan Indonesia.

Novel setebal 552 halaman ini berhasil mengantarkan Leila memenangi Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa pada tahun 2013.

5 cm | Donny Dhirgantoro

Foto: www.goodreads.com

Apa kegiatan yang biasa kamu lakukan bersama sahabat? Mungkin hampir serupa dengan yang dilakukan oleh Arial, Riani, Zafran, Ian, dan Genta.

Kelima sahabat ini telah saling mengenal dan menghabiskan waktu bersama selama tujuh tahun. Karena merasa jenuh dengan keseharian, akhirnya Genta mengajak keempat temannya untuk tidak berkomunikasi selama tiga bulan.

Hingga akhirnya sebelum perayaan kemerdekaan Indonesia, mereka kembali bertemu dan melakukan perjalanan mendaki puncak Mahameru.

Sebelas Patriot | Andrea Hirata

Foto: www.goodreads.com

Buku yang mengajarkan arti nasionalisme ini ditulis oleh Andrea Hirata. Di dalamnya mengisahkan tentang Ikal yang memiliki cita-cita menjadi pemain bola. Hal ini dipengaruhi oleh masa lalu ayahnya, yang mana dulunya merupakan pemain sepak bola yang mampu melawan penjajah.

Sang ayah bersama dengan timnya berhasil menginspirasi banyak orang dan membuat Belanda kalah telak. Setelah mengetahui asal usul sang ayah, Ikal pun semakin giat untuk berlatih sepak bola. Ia memilih untuk menjadi sayap kiri dan menggantikan posisi ayahnya.

Nasionalisme & Revolusi Indonesia | George McTurnan Kahin

arti nasionalisme
Foto: www.goodreads.com

Di dalam bukunya, Kahin mencoba untuk menguraikan sejarah revolusi Indonesia dengan sangat mengesankan. Ia melakukan banyak wawancara dengan sejumlah tokoh politik, yang pada akhirnya menghasilkan 15 bab yang luar biasa.

Dengan apik, Kahin juga berhasil menjelaskan masa transisi Hindia Belanda ke negara berdaulat Republik Indonesia.

Revolusi Pemuda | Benedict Anderson

Foto: www.marjinkiri.com

Benedict Anderson berhasil memperlihatkan pola sosial-politik reolusi Indonesia telah menyimpang dari pola-pola modern lainnya.

Menurut penulis yang satu ini, faktor kebudayaan tradisional dan watak kependudukan Jepang juga telah memengaruhi kesadaran politik dari golongan pemuda. Terutama terkait persepsi mengenai posisi mereka dalam perjuangan nasional.

A History of Modern Indonesia | Adrian Vickers

Foto: www.goodreads.com

Dalam buku ini, Adrian Vickers mencoba untuk mengungkap fakta sejarah yang terlupakan dari benak rakyat Indonesia.

Tak hanya itu, ia juga memaparkan alasan Belanda yang menjadikan wilayah Nusantara untuk dikuasai. Hingga akhirnya muncul nasionalis-nasionalis pribumi yang menggerakkan massa untuk melakukan revolusi.

Nathaniels Nutmeg: How One Mans Courage Changed the Course of History | Giles Milton

arti nasionalisme
Foto: www.goodreads.com

Nathaniel merupakan seorang pemuda Inggris yang mencoba untuk mempertahankan Pulau Run, yang terletak paling barat dari Kepulauan Banda.

Dengan persediaan roti dan buah-buahan yang terbatas, ia bersama sejumlah pembelot berusaha untuk melawan Belanda demi mempertahankan rempah-rempah yang ada di Pulau Run.

Buku yang memiliki judul lain Pulau Run: Magnet Rempah-rempah Nusantara yang Ditukar dengan Manhattan ini dibuat dengan proses yang luar biasa. Saat proses pembuatannya, Milton melakukan penelusuran melalui catatan harian, dokumen, dan surat-surat para penjelajah.

Catatan Seorang Demonstran | Soe Hok Gie

Foto: www.goodreads.com

Soe Hok Gie merupakan seorang anak muda yang memiliki pendirian teguh. Ia memiliki cita-cita besar yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak, terutama kaum yang terpinggirkan.

Gie berperan aktif dalam berbagai demonstrasi, namun uniknya ia tidak pernah menjadi anggota KAMI, organisasi yang menjadi lokomotif politik angkatan 66. Gie lebih memilih untuk berjuang melalui tulisan.

Dengan kebiasaannya yang selalu mencatat apa yang telah dialaminya, kita pun bisa mengetahui arti nasionalisme.

Laut Bercerita | Leila S. Chudori

arti nasionalisme
Foto: www.goodreads.com

Leila sengaja menghadirkan Laut Bercerita dengan latar belakang tahun 90-an, sehingga mengingatkan pembaca dengan era reformasi.

Di dalam bukunya, ia membeberkan perilaku kekejaman yang dirasakan oleh kelompok aktivis mahasiswa di masa Orde Baru. Serta hilangnya 13 aktivis yang hingga saat ini belum ditemukan.

Terbagi menjadi dua bagian, bab pertama diceritakan melalui sudut pandang Biru Laut, seorang aktivis yang sedang menyelesaikan visinya.

Madilog | Tan Malaka

arti nasionalisme
Foto: www.goodreads.com

Madilog merupakan sebuah akronim dari Materialisme, Dialektika, dan Logika yang menjadi pokok bahasan dalam karya Tan Malaka. Menurut pahlawan nasional ini, bangsa Indonesia haruslah melepaskan diri dari logika mistika, yang bergantung pada kekuatan-kekuatan gaib.

Lewat bukunya, Tan Malaka memberikan tiga solusi agar rakyat Indonesia tidak terjebak dalam logika mistika, yakni dengan pola pikir madilog. Menurutnya, jika seseorang telah menggunakan tiga pola pikir ini, maka bebaslah ia dari belenggu logika mistika yang sifatnya melumpuhkan.

Max Havelaar | Multatuli

Foto: www.goodreads.com

Batavus Droogstoppel merupakan seorang makelar kopi yang tinggal di Amsterdam. Ia bertemu dengan Sjaalman seorang penulis yang memiliki hutang buda di masa lalu.

Ia menemukan banyak tulisan Sjaalman yang membahas soal kopi, hingga akhirnya Droogstoppel setuju untuk mempublikasikan tulisan-tulisan tersebut.

Namun, di antara tulisan yang telah dibuat Sjaalman, terdapat sebuah kisah menarik sekaligus kejam yang membuat makelar kopi ini merasa penasaran.

Hatta: Aku Datang Karena Sejarah | Sergius Susanto

arti nasionalisme
Foto: www.goodreads.com

Buku ini menceritakan tentang salah satu tokoh proklamator Indonesia, Mohammad Hatta.

Siapa sangka pemuda yang berasal dari Bukittinggi ini berhasil menjejakkan kakinya ke Belanda. Bersinggungan dengan ketidakadilan penjajah, Hatta bergabung dengan pergerakan nasional.

Berkat pilihan tersebut, ia akhirnya bertemu dengan Soekarno, Sjahrir, dan orang-orang hebat lainnya. Lewat ceritanya kita pun akan mengetahui arti nasionalisme dari sudut pandang wakil presiden terkenal ini.

Artikel Asli